Selasa, 01 Juli 2014

Tugas Meresum Materi Menulis Bahasa Ana Niastutri


Tugas Meresum Materi Menulis Bahasa
Dosen pembimbing:
Diana Mayasari, S.Pd

images.jpg

Oleh :
Ana Niastutri (136795)




PROGAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA 2013 A
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
JOMBANG
2014

Ø    Hakikat Menulis Bahasa

Seseorang dengan menulis dapat mengungkapkan pikiran dan gagasan untuk mencapai maksud dan tujuannya. Tarigan (1982:21)
Pengertian menulis adalah kegiatan seseorang untuk menyampaikan gagasan kepada pembaca dalam bahasa tulis agar bisa dipahami oleh pembaca.
Ø  Definisi menulis menurut para ahli ;

Menurut Djuharie (2005:120) menulis merupakan suatu keterampilan yang dapat dibina dan dilatih. Pranoto (2004:9) menulis berarti menuangkan buah pikiran kedalam bentuk tulisan atau menceritakan sesuatu kepada orang lain melalui tulisan.
Menurut Henry Guntur Tarigan (1986:15) menyatakan bahwa menulis dapat diartikan sebagai kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai. Burhan Nurgiantoro (1988:273) menyatakan bahwa menulis adalah aktivitas aktif produktif , yaitu aktivitas yang menghasilkan bahasa.
Ø  Unsur-unsur Menulis
Menulis sebagai kegiatan berbahasa tulis meliputi empat unsur, yakni sebagai berikut ;
(1) Gagasan                
Dalam hal ini, gagasan adalah ide, opini, pengalaman atau pengetahuan yang diungkapkan oleh penulis.
              
(2) Ekspresi
Ekspresi adalah pengungkapan gagasan yang dilakukan sedemikian rupa sehingga dapat dipahami dengan baik oleh pembaca. Pengungkapan gagasan dapat dibedakan atas empat bentuk, yakni sebagai berikut.
a. Pemaparan, yaitu bentuk pengungkapan yang menyajikan penjelasan tentang suatu subjek secara sistematis, analitis, dan logis sehingga pembaca memahaminya dan bertambah pengetahuannya.
b. Pemerian, yaitu bentuk pengungkapan yang menggambarkan suatu objek dengan berbagai hasil pengamatan penulis yang diperolehnya melalui alat-alat inderanya. Objek yang dimaksud adalah benda-benda seperti orang, tempat, pemandangan, lagu merdu, bunga, sejenis hewan, tumbuhan, suasana, dan sebagainya.
c. Penceritaan, yaitu bentuk pengungkapan yang menyampaikan peristiwa-peristiwa yang dijalin sedemikian rupa menurut urutan waktu atau tempat kepada pembaca dengan maksud meninggalkan kesan tentang perubahan-perubahan sesuatu yang terjadi mulai dari awal hingga akhir cerita.
d. Pembahasan, yaitu bentuk pengungkapan yang membahas atau membicarakan sesuatu dengan menggunakan fakta-fakta atau argumen-argumen sehingga pembaca meyakininya dan mengubah pikiran, pendapat, atau sikapnya sesuai dengan yang diharapkan penulis.

(3) Tatanan
Tatanan adalah aturan atau tata tertib pengembangan dan penyusunan gagasan yang biasa dipedomani penulis.

(4) Sarana
Sarana adalah alat untuk menyampaikan gagasan, yaitu bahasa tulis yang terutama menyangkut kosakata, tata bahasa, cara menggunakan bahasa yang efisien dan efektif, dan ejaan.
Ø    Asas-Asas Menulis

1.    Kejelasan (clarity).
 
Asas kejelasan memberikan kemudahan bagi pembaca. Tulisan penulis dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca.

2.     Keringkasan (consiseness).
 
Asas keringkasan harus diperhatikan penulis agar tidak membuang-buang waktu pembaca. Meskipun demikian, bukan berarti tulisan harus pendek, melainkan tidak menggunakan bahasa yang berlebihan.

3.     Ketepatan (correctness).
 Asas ketepatan dapat menyebabkan asumsi penulis mengalami titik kesamaan dengan pembaca.

4.     Kesatupaduan (unity)
.          Kesatupaduan gagasan pokok dalam tiap paragraf harus diperhatikan menulis dalam menguraikan gagasan/pikiran. Pembaca dimudahkan dalam menangkap ide-ide penulis. Ide-ide utama dapat dengan mudah ditangkap oleh pembaca dengan bantuan ide-ide penjelas.

5.     Pertautan  (coherence). Antarbagian tulisan harus bertautan satu sama lain (antar-alenia atau kalimat). Tautan-tautan ini mempermudah pembaca untuk menangkap gagasan yang disampaikan penulis.

6.     Penegasan (emphasis).
Adanya penonjolan atau memiliki derajat perbedaan antar bagian dalam tulisan memberikan kemudahan kepada pembaca dalam menangkap tekanan ide-ide tertentu. Dengan demikian, ide-ide besar yang dimiliki penulis dapat dipahami dengan baik oleh pembaca.

Ø Fungsi dan Tujuan Menulis.
Menulis adalah suatu bentuk berfikir, tetapi justru berfikir bagi pembaca tertentu atau waktu tertentu. Dalam menulis,

·         Fungsi Menulis
alah sebagai alat komunikasi yang tidak langsung.
c. Tujuan Menulis
     Tujuan penulisan yang dikemukakan oleh Hugo Harting ditulis oleh Tarigan (2008: 25-26)  adalah:
1.      Assignment purpose ( tujuan penugasan)
Tujuan penugasan ini sebenarnya tidak mempunyai tujuan sama sekali. Penulis menulis sesuatu karena ditugaskan, bukan atas kemauan sendiri (misalnya para siswi yang diberi tugas merangkumkan buku, sekertaris ditugaskan membuat laporan atau notulen rapat ).
2.      Altruistic purpose (tujuan altruistik).
Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca, menghindarkan kedudukan para pembaca, ingin menolong para pembaca memahami, menghargai perasaan dan penalarannya, ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu. Seseorang tidak akan dapat menulis secara tepat guna kalau dia percaya, baik secara sadar maupun secara tidak sadar bahwa pembaca atau penikmat karyanya adalah “lawan” atau “musuh”. Tujuan altruistik adalah kunci keterbacaan sesuatu tulisan.
3.      Persuasive purpose ( tujuan persuasif).
Tulisan yang bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diuntarkan.
4.      Informational purpose ( tujuan informasional, tujuan penerapan)
Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau keterangan penerangan/ penerangan kepada para pembaca.
5.      Self-ekspressive purpose (tujuan penyataan diri)
Tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sang pengarang kepada para pembaca
6.      Creative purpose (tujuan kreatif)
Tujuan ini erat berhubungan dengan tujuan pernyataan diri. Tetapi keinginan kreatif disini melebihi pernyataan diri dan melibatkan dirinya dengan keinginan mencapai norma artistik, atau seni yang ideal, seni idaman. Tulisan ini bertujuan mencapai nilai-nilai artistik, nilai-nilai kesenian.
7.      Problem-solving purpose (tujuan pemecahan masalah)
Dalam tulisan seperti ini penulis ini ingin memecahkan masalah yang dihadapi. Penulis ingin menjelaskan, menjernihkan pikiran-pikiran dan gagasan-gagasannya sendiri agar dapat dimengerti dan diterima oleh para pembaca. ( Hipple, 1973: 309-311).

Menurut Syafi’ie (1988: 51-52), tujuan menulis dapat di klarifikasikan sebagai berikut:
1.      Mengubah keyakinan pembaca;
2.      Menanamkan pemahaman sesuatu terhadap pembaca;
3.      Merangsang proses berpikir pembaca;
4.      Menyenangkan atau menghibur pembaca;
5.      Memberi tahu pembaca;
6.      Memotivasi pembaca.[1]
B. Manfaat dan Nilai Menulis
a.       Manfaat menulis
Menurut Akhadiah, Sabarti, dan Maidar. G (1988: 2) manfaat menulis ada delapan diantaranya:
1.      Mengetahui kemampuan dan potensi diri serta pengetahuan kita tentang topik yang dipilihnya. Dengan mengembangkan topik itu kita terpaksa berpikir, menggali pengetahuan dan pengalaman yang tersimpan di bawah sadar.
2.      Dengan mengembangkan berbagai gagasan kita terpaksa bernalar, menghubung-hubungkan serta menbandingkan fakta-fakta yang mungkin tidak pernah kita lakukan kalau kita tidak menulis.
3.      Lebih banyak menyerap, mencari, serta menguasai informasi sehubungan dengan topik yang ditulis. Dengan demikian, kegiatan menulis memperluas wawasan baik serta teoritis maupun mengenai fakta-fakta yang berhubungan.
4.      Menulis berarti mengorganisasi gagasan secara sistematik serta mengugkapkan secara tersurat. Dengan demikian, permasalahan yang pemula masih samar menjadi lebih jelas.
5.      Melalui tulisan kita dapat menjadi peninjau dan penilai gagasan kita secara objektif.
6.      Lebih mudah memecahkan masalah dengan menganalisanya secara tersurat dengan konteks yang lebih konkret.
7.      Dengan menulis kita akif berpikir sehingga kita dapat menjadi penemu sekaligus pemecah masalah, bukan sekedar penyedap informasi.
8.      Kegiatan menulis yang terencana akan membiasakan kita berpikir dan berbahasa secara tertib.

Manfaat menulis menurut Horiston dalam Darmadi (1996: 3-4), yaitu :
1.      Kegiatan menulis adalah sarana untuk menemuka sesuatu, dalam artian dapat mengangkat ide dan informasi yang ada di alam bawah sadar pemikiran kita.
2.      Kegiatan menulis dapat memunculkan ide baru.
3.      Kegiatan menulis dapat melatih kemampuan mengorganisasi dan menjernihkan bebagai konsep atau ide yang kita miliki.
4.      Kegiatan menulis dapat melatih sikap objektif yang ada pada diri seseorang.
5.      Kegiatan menulis dapat membantu diri kita untuk berlatih memecahkan beberapa masalah sekaligus.
6.      Kegiatan menulis dalam sebuah bidang ilmu akan memungkinkan kita untuk menjadi aktif dan tidak hanya menjadi menerima informasi.

b.      Nilai dalam Menulis

Enam jenis nilai dalam menulis menurut Gie (2002: 19) yaitu:
1.      Nilai kecerdasan.
2.      Nilai kependidikan.
3.      Nilai kejiwaan.
4.      Nilai kemasyarakatan.
5.      Nilai keuangan.
6.      Nilai kefilsafatan.
Sedangkan menurut Nurudin ( 2010: 27-33) nilai menulis ada tujuh yaitu:
1. Nilai Kecerdasan
            Menurut seorang penulis terkenal dunia Stephen King, pernah mengatakan “kalau engkau ingin menjadi penulis ada dua hal yang harus engkau lakukan; banyak membaca dan banyak menulis. Setahuku, tidak ada jalan selain dari dua hal ini, dan tidak ada jalan pintas.” Apa yang dikatakan Stephen King ini ada benarnya, karena seorang penulis ketika ia menulis pastilah ada pengetahuan yang diketahuinya. Pengetahuan dari seorang penulis tentulah menunjukkan kecerdasannya dalam hal tertentu yang ada pada dirinya. Sehingga tulisan yang dibuat mencerminkan kecerdasan dari penulisnya.
2. Nilai Kependidikan
            Seorang penulis adalah sebenarnya seorang pendidik bagi pembacanya. Tulisan yang ia buat dan dibaca oleh orang lain sama dengan seorang guru yang mewariskan ilmu pengetahuan pada murid-muridnya.
3. Nilai Kejiwaan
          Nilai kejiwaan yang dimaksud adalah nilai kejiwaan yang dirasakan oleh si penulis. Apa yang ingin diungkapkan oleh penulis itulah yang berasal dari dalam diri penulis.
4. Nilai Kemasyarakatan
            Seorang penulis tentulah memiliki jiwa yang sosial. Jiwa sosial yang terdapat pada penulis didapatkan melalui sosialisasi dan pengamatannya di masyarakat.
5. Nilai Keuangan
            Nilai keuangan dalam bidang menulis pada dasarnya merujuk pada hal ekonomi. Kerena tujuan yang diambil dalam hal menulis ini adalah untuk mendapatkan sebuah materi berupa uang, dan dapat digunakan dalam bidang bisnis.
6. Nilai Kefilsafatan
            Nilai kefilsafatan yang dimaksud adalah bahwa karya kita, meskipun kita sudah tidak ada di dunia ini masih bisa dinikmati oleh generasi selanjutnya. Tulisan yang dihasilkan juga akan menjadi sumber inspirasi, gerakan dan aktivitas kehidupan sehari-hari.
7. Nilai Popularitas
            Ini berarti  bahwa menjadi penulis akan dapat membuat seseorang menjadi orang yang terkenal dimasyarakat luas. Terlebih juga apabila seseorang tersebut memiliki karya tulis yang sering dimuat di media massa. Semakin sering seseorang dalam membuat karya tulis dalam bentuk apapun itu dan sering pula untuk dipublikasikan, maka semakin banyak pula orang yang membaca dan sering mengenal nama dari seorang penulis tersebut
Ø Langkah-Langkah Dasar dalam Menulis

Ø  Tahap Prapenulisan

Tahap ini merupakan tahap perencanaan atau persiapan menulis dan mencakup
beberapa langkah kegiatan antaranya:
    
1)                  Pemilihan dan Penetapan Topik
.Masalah pertama yang dihadapi penulis untuk merumuskan tema sebuah karangan adalah topik atau pokok pembicaraan (Keraf, 1993: 126).

2) Menentukan Tujuan Penulisan dan Bentuk Karangan
Tujuan penulisan diartikan sebagai pola yang mengendalikan tulisan secara menyeluruh (Akhadiah, 1998:89).

3) Bahan Penulisan
Bahan penulisan ialah semua informasi atau data yang digunakan untuk mencapai tujuan penulisan.Bahan tersebut mungkin berupa rincian, sejarah kasus, contoh, penjelasan, definisi, fakta, hubungan sebab-akibat, hasil pengujian hipotesis, angka-angka, diagram, gambar, dan sebagainya (Akhadiah, 1998:90)

4) Menyusun Kerangka Karangan
Sebuah karangan mengandung rencana kerja, memuat ketentuan pokok bagaimana suatu topik harus diperinci dan dikembangkan.Karangan menjamin suatu penyusunan yang logis dan teratur, serta memungkinkan seorang penulis membedakan gagasan utama dari gagasan tambahan.

Ø   Tahap Penulisan
Pada tahap ini dibahas setiap butir yang ada di dalam karangan yang disusun.Ini berarti digunakan bahan-bahan yang sudah diklasifikasikan menurut keperluan sendiri. Kadang pada tahap ini, disadari bahwa masih diperlukan bahan lain.

1) Isi Karangan
Bagian isi karangan merupakan inti dari karangan itu sendiri. Keraf (1993:134) membagi isi karangan yakni pendahuluan, tubuh karangan, dan kesimpulan.

2) Kosakta atau Pilihan Kata
Achmadi (1990:34) mendefinisikan pilihan kata adalah seleksi kata-kata untuk mengespresikan ide atau gagasan atau perasaan.Dengan memilih kata persyaratan pokokyangharus     diperlukan yaitu ketapan dan kesesuaian.      
3) Kalimat Efektif
Kalimat yang mengandung gagasan haruslah yang memenuhi syarat gramatikal.

4) Paragraf
Akhadiah (1998:33) memberikan batasan paragraf tersusun dari beberapa buah kalimat, yang berhubungan satu dengan yang lain sehingga merupakan kesatuan utuh untuk menyampaikan suatu maksud.
C. Tahap Revisi

Tahap ini merupakan tahap yang paling akhir dalam penulisan.Jika bahan seluruh tulisan sudah selesai, tulisan tersebut perlu dibaca kemabali.Hasil bacaan perlu     diperbaiki, dikurangi, atau mungkin juga diperluas.

Ø  B.Proses Menulis
The power of writing itu luar biasa.
. Menulis adalah salah satu cara kita untuk berkreasi tanpa lintas batas.
Tulisan Bisa Bertrasformasi
Tulisan bisa bertransformasi menjadi musik, film, komik, apa saja. Bahkan tulisan bisa bertransformasi menjadi tiket pesawat. Tulisan bisa bertransformasi melebihi apa yang dibayangkan. Proses Menulis


Ø    Penggolongan Tulisan

Ø  Penggolongan tulisan banyak yang dikenal. Penggolongan tersebut sangat dipengaruhi oleh yang mengemukakan, kepentingan dan dasarannya. Menurut The Liang Gie (2002), penggolongan tulisan dapat didasarkan pada bentuk, ragam, jenis, rumpun dan macam. Nurudin, (2010:50).

A.       Peggolongan tulisan berdasarkan bentuk
Menurut The Liang Gie, penggolongan tulisan menurut bentuk meliputi cerita, lukisan, paparan dan argumentasi. Namun bias juga ditambah dengan persuasi. Alasannya, persuasi juga merupakan bentuk yang mempunyai cirri, kepentingan dan tujuannya sendiri disamping keempatnya yang lain. Iklan merupakan bentuk tulisan persuasi yang mempunyai cirri tersendiri. Dengan demikian, didasarlkan pada bentuk, tulisan terdiri dari cerita (narasi), lukisan (deskripsi), paparan (eksposisi), argumentasi (pendapat) dan persuasi. Nurudin (2010:50).

B.                   Penggolongan menurut ragam
Penggolongan tulisan berdasarkan ragam di bagi menjadi dua yaitu tulisan faktawi dan tulisan khayali. Tulisan faktawi adalah tulisan yang diolah berdasarkan fakta-fakta yang ada. Dengan kata lain, tulisan yang dihasilkan bukan karena rekayasa seseorang.  Ia juga bukan cerita bohongyang sengaja dibuat untuk cerita tertentu. Fakta ini sering disebut dengan unsure 5W+1H (who, where, when, what, why dan how) dalam jurnalistik.
Sementara itu, tulisan khayali adalah tulisan yang tidak menuntut adanya fakta-fakta seperti ragam tulisan faktawi. Tulisan ini lebih didasarkan pada daya imajinasi seseorang penulis. Jadi, penulis diberikan kewenangan penuh untuk menulis apa saja yang ia kehendaki. Nurudin (2010:52).

C.       Penggolongan tulisan berdasarkan jenis
Penggolongan tulisan berdasarkan jenis merupakan pecahan dari ragam tulisan. Ragam tulisan faktawi memunculkan dua jenis tulisan yaitu tulisan ilmiah dan tulisan informatif. Sedangkan ragam tulisan khayali juga memunculkan dua jenis tulisan yaitu prosa dan puisi.
     Tulisan ilmiah adalah tulisan yang selam ini dilakukan dikalangan ilmuan atau sivitas akademika (tulisan kependidikan dan penelitian). Bisa juga dilakukan oleh kebanyakan orang, hanya dasar-dasar, sistematika dan penyusunannya memakai kaidah ilmiah yang sudah digariskan.
     Tulisan ilmiah cenderung kaku karena harus memakai format tertentu. Ia tidak bias ditulis menurut kehendak penulisnya. Dukungan literature, dat cukup dan analisis, biasa menyertai tulisan ilmiah.
     Sementara itu, tulisan informatif adalah tulisan yang tujuan utamanya memberikan informasi sebuah peristiwa atau kejadian (laporan). Tulisan ini biasa melekat pada media massa(cetak dan elektronik). Tulisan dibuat semaksimal mungkin agar mudah dipahami pembaca, pendengar dan penontonya. Tulisan ini umumnya menggunakan bahasa populer dan tidak kaku seperti tulisan ilmiah, namun masih tetap menggunakan kaidah tertentu.
     Tulisan informative bias juga berupa ulasan. Ulasan adalah komentar tentang suatu kejadian dengan melihatnya dari sudut pandang tertentu. Nurudin (2010:53

D.       Penggolongan tulisan berdasarkan rumpun
     Penggolongan tulisan berdasarkan jenis memunculkan penggolongan tulisan berdasarkan rumpun. Penggolongan tulisan ini dipetakan sebagai berikut.
                                                                                                   

·         Rumpun Tulisan








E.     Penggolongan tulisan berdasarkan berdasarkan macam
Penggolongan tulisan berdasarkan  macam dipetakan sebagai berikut.
Jenis Tulisan                Macam Tulisan                        Rumpun Tulisan
Nurudin (2010:56).

Ø Bentuk-Bentuk Tulisan

A.    Paragraf  Argumentatif
a.       Pengertian Paragraf Argumentatif
Menurut Keraf (2007:3) argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis.

b.      Ciri-Ciri Paragraf Argumentatif.
1.      Bersifat nonfiksi atau ilmiah;
2.      Bertujuan menyakinkan orang lain bahwa apa yang dikemukakan merupakan kebenaran;
3.      Dilengkapi bukti-bukti berupa data, tabel, dan gambar;
4.      Ditutup dengan kesimpulan.

·         Bentuk-Bentuk Penulisan Paragraf Argumentatif.
1.      Pola sebab-akibat.
2.      Pola akibat-sebab

B.     Paragraf  Persuasif
a.       Pengertian Paragraf Persuasif
Persuasif adalah suatu seni verbal yang bertujuan untuk me-yakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki pembicara atau penulis pada waktu ini atau pada waktu yang akan datang (Keraf, 2007:118).
·         Ciri-Ciri Paragraf Persuasif
1.      Ada fakta atau bukti untuk mempengaruhi atau membujuk pembaca;
2.      Bertujuan mendorong, mempengaruhi dan membujuk pembaca;
3.      Menggunakan bahasa secara menarik untuk memberikan sugesti (kesan) kepada pembaca.

C.    Paragraf  Naratif
a.       Pengertian Paragraf Naratif
Narasi dapat diartikan sebagai cerita. Sebuah cerita adalah sebuah penulisan yang mempunyai karakter, setting, waktu, masalah, mencoba untuk memecahkan masalah dan memberikan solusi dari masalah itu (Nurudin. 2010 :71).
·         Paragraf naratif di bedakan menjadi dua jenis, yaitu :
1.      Naratif Ekspositoris (Narasi Teknis)
Narasi ekspositoris pertama-tama bertujuan untuk me-nggugah pikiran para pembaca untuk mengetahui apa yang dikisahkan.
Naratif Sugestif
Narasi sugestif adalah narasi yang bertujuan untuk mem-berikan suatu maksud tertentu,

b.      Ciri-Ciri Paragraf Naratif
1.      Ada tokoh, tempat, waktu dan suasana yang diceritakan;
2.      Kejadian diurutkan sesuai urutan waktu atau urutan peristiwa;
3.      Tidak hanya terdapat pada karya fiksi tetapi juga terdapat pada karya non fiksi.

D.    Paragraf  Deskriptif
a.       Pengertian Paragraf Deskriptif
Deskriptif dapat diartikan sebagai gambaran, ulasan atau rincian. Menurut Finoza dalam Nurudin (2010:60).

·         Ciri-Ciri Paragraf Deskriptif
1.      Menggambarkan sesuatu secara detail;
2.      Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan me-libatkan kesan indera;
3.      Membuat pembaca merasakan sendiri atau mengalami sendiri.

·         Bentuk Tulisan Paragraf Deskriptif
1.      Deskripsi Imajinatif atau Impresionis
2.      Deskripsi faktual atau ekspositoris

E.     Paragraf  Eksposisi
a.       Pengertian Paragraf Eksposisi
 (Nurudin, 2010:67). Paragraf eksposisi adalah  jenis paragraf yang bertujuan untuk menerangkan dan menjelaskan sesuatu pemasalahan terhadap pembaca agar pembaca mendapatkan gambaran  dan penjelasan detail tentang suatu permasalahan yang dimaksudkan pengarang.

·         Ciri-Ciri Paragraf Eksposisi
1.      Bersifat nonfiksi atau ilmiah;
2.      Bertujuan untuk menjelaskan atau menerangakan suatu hal;
3.      Bahasa tulisan disampaikan secara lugas dengan menggunakan bahasa baku;
4.      Tulisan atau karangan bersifat netral  dan  tidak memihak ataupun memaksakan sikap penulis terhadap pembaca.

·         Bentuk Tulisan Paragraf eksposisi
1.      Pola pengembanga umum-khusus (Deduksi)
2.      Pola pengembangan khusus-umum (Induksi)
3.      Pola perbandingan
4.      Pola analogi
5.      Pola pertentangan atau kontras
6.      Pola pengembangan klasifikasi
7.   Pola pengembangan proses
8.   Pola pengembangan definisi
    9.   Pola pengembangan contoh atau ilustrasi
   10.  Pola pengembangan sebab akibat


Ø Kohesi dan kohererensi
a.       Tarigan (1987 : 96 )
Kohesi atau kepaduan wacana menurut aspek formal bahasa dalam wacana.
A.    Pengertian koherensi
Koherensi adalah pengaturan secara rap kenyataan dan gagasan, fakta dan ide menjadi suatu untaian yang logis sehingga mudah memahami pesan yang dikandungnya menurut ( Wohl, 1978 : 25).

1.      Jenis-jenis kohesi dan koherensi
a.       Kohesi Gramatikal
Kohesi gramatikal adalah kepaduan bentuk bagian-bagian wacana yang      diwujudkan ke dalam sistem gramatikal.
Secara lebih rinci, aspek gramatikal wacana meliputi:
1.      Pengacuan ( Refrensi )
2.      Subtitusi.
3.      Elipsis
4.      Konjungsi

b.      Kohesi Leksikal
Kohesi leksikal adalah hubungan antar  unsur dalam wacana secara                        semantik. Hubungan  kohesif yang diciptakan atas dasar aspek leksikal, dengan pilihan kata yang serasi, menyatakan hubungan makna atau relasi semantik antara satuan lingual yang satu dengan satuan lingual yang lain dalam wacana.
 Aspek leksikal dalam wacana dibedakan menjadi enam yakni :
1.      Repetisi
2.      Sinonim
3.      Antonim
4.      Kolokasi
5.      Hiponim
6.      Ekuivalen ( kesepadanan)
2.      Definisi paragraf
Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. 
3.      Ciri-ciri dan klasifikasi paragraf
Ø Menulis Resensi

a.       Pengertian Resensi
            Resensi secara bahasa artinya pertimbangan atau perbincangan (tentang) sebuah buku (WJS. Poerwadarminta, kamus Umum Bahasa Indonesia, 1984:821). Perbincangan dimaksud berupa sebuah tulisan yang dimuat disurat kabar atau majalah, berisi penilaian tentang kelebihan atau kekurangan sebuah buku, menarik- tidaknya tema dan isi buku, kritikan dan memberi dorongan kepada khlayak tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan dimilik atau dibeli.
           
  
b.      Struktur Tulisan Resensi
Sebuah tulisan resensi buku biasanya terdiri dari tiga bagian, yaitu:
Pertama, bagian pendahuluan. Berisi informasi objektif atau identitas buku. Meliputi judul, penulis, penerbit dan tahun terbitnya, jumlah halaman, dan bila perlu harga buku tersebut.
contoh:
Judul Buku     : Zaman Baru Islam Indonesia (Pemikiran dan Aksi Politik Abdurrahman Wahid, M. Amien Rais, Nur Cholis Madjid, Jalaludin Rakhmat)
Penulis             : Dedy Djamaluddin Malik & Idi Subandy Ibrahim
Pengantar        :Mohammad Sobary
Penarbit           : Zaman Wacana Mulia, Bandung
Cetakan           : Pertama, Januari 1998
Tebal               : 337 Halaman
Judul resensi buku setidak-tidaknya bisa menggambarkan keseluruhan isi buku. Judul harus ilmiah populer, sebab bahasa media itu ilmiah populer. Ilmiah artinya ia tidak terlalu ngepop, tetapi juga tidak terlalu ilmiah sekali. Judul ngepop misalnya seperti “bahasa gaul” yang sering dijumpai pada judul-judul artikel majalah, tabloid atau media cetak lain yang pasarnya Anak Baru Gede (ABG). Bahasa resensi juga tidak terlalu ilmiah. Bahkan kalau bisa, menghindari pemakaian kata-kata asing yang berkebihan.
Kedua, bagian isi. Berisi ulasan tentang tema atau judul buku, paparan singkat isi buku (mengacu kepada daftar isi) atau gambaran tentang keseluruhan isi buku, dan informasi tentang latar belakang serta tujuan penulisan buku tersebut. Diulas pula tentang gaya penulisan, perbandingan buku itu dengan buku bertema sama karangan penulis lain atau buku karangan penulis yang sama dengan tema lain.
Ketiga, bagian penutup. Pada bagian ini peresensi menilai bobot (kualitas) isi buku tersebut secara keseluruhan, menilai kelebihan atau kekurangan buku tersebut, memberi kritik atau saran kepada penulis dan penerbitnya (misalnya menyangkut cover, judul, editing),
serta memberi pertimbangan kepada pembaca tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan dimiliki/ dibeli.
Biasanya, pada halaman belakang sebuah buku terdapat “resensi mini”. Ditulis oleh penerbitnya sebagai gambaran singkat isi buku sekaligus berpromosi/ menarik minat orang untuk membaca dan membeli buku tersebut.
Adpun bentuk resensi dapat digolongkan sebagai berikut.
1.      Meringkas
2.      Menjabarkan
3.      Menganalisis
4.      Membandingkan (Komparasi)
5.      Memberi penekanan

Ø  Teknik Penulisan Resensi
1.      Baca kata pengantar dan pendahualuan.
2.      Lihat daftar isi
3.      Baca ringkasan buku yang biasanya terdapat pada sampul belakang
4.      Pilih hal-hal yang dianggap penting.
5.      Catat hal-hal yang dianggap penting.
6.      Cantumkan kutipan yang dijadikan sumber.

Ø    Menulis Surat
A.    Pengertian Surat
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, surat berarti kertas sebagai data auketerangan sesuatu yang ditulis.
Achmad Muliadi (1983:9), surat adalah sarana komunikasi tertulis atau alat untuk mengadakan hubungan dengan orang lain yang menggunakan kertas dan tulisan sebagai medianya.
B.     Jenis-Jenis Surat
D, Bratawidjaja (1995:6-7) menyebut sebagai berikut
Ø    Menurut isi dan asalnya, surat dibedakan atas tiga macam:
1)      Surat resmi atau dinas pemerintah,
2)      Surat niaga,
3)      Surat pribadi.
Ø    Menurut maksud dan tujuannya, surat digolongkan atas:
1)      Surat pemberitahuan
2)      Surat keputusan
3)      Surat perintah
4)      Surat permintaan dan surat permohonan
5)      Surat peringatan
6)      Surat panggilan
7)      Surat penawaran
8)      Surat perjanjian
9)      Surat pesanan
10)  Surat laporan
11)  Surat pengantar
12)  Surat lamaran kerja, dan sebagainya
Ø    Menurut wujudnya, surat dibedakan atas:
1)      Kartu pos
2)      Warkat pos
3)      Surat bersampul
4)      Telegram
5)      Teleks
6)      faksimil
Ø    Menurut sasarannya, surat terbagi atas:
1)      Surat biasa
2)      Surat edaran
3)      Surat pengumuman
Ø    Menurut jaminan dan keamanan isinya, surat digolongkan atas empat macam, yaitu:
1)      Surat sangat rahasia
2)      Surat rahasia
3)      Surat konfidesil (terbatas)
4)      Surat biasa
a.       Menurut urgensinya, surat dibedakan atas: biasa, penting, dan sangat rahasia
b.      Menurut cara penyampaiannya, surat digolongkan atas: biasa, kilat, dan kilat khusus
Ø  Berdasarkan Wujud Surat
  1. Kartu Pos
  2. Warkat Pos
  3. Telegram
  4. Surat Bersampul
Ø  Berdasarkan Pembuatan Surat
  1. Surat Pribadi
  2. Surat Resmi
Ø  Berdasarkan Pesan Surat
  1. Surat Keluarga
  2. Surat Setengah Resmi
  3. Surat Sosial
  4. Surat Niaga
  5. Surat Dinas
  6. Surat Pengantar
Ø  Berdasarkan Keamanan Pesan Surat
  1. Surat Sangat Rahasia
  2. Surat Rahasia
  3. Surat Konfidensial
  4. Surat Biasa
Ø  Berdasarkan Ruang Lingkup Surat
  1. Memorandum/ Memo
  2. Nota
  3. Surat Biasa
Ø  Berdasarkan Penyelesaian Surat
  1. Surat Kilat
  2. Surat Segera
  3. Surat Biasa
Ø  Berdasarkan Pengertian Umum
  1. Surat Terbuka
  2. Surat Tertutup
  3. Surat Kaleng
C.    Pengertian Surat Dinas
Surat dinas ditulis untuk keperluan komunikasi antara kantor yang satu dan kantor yang lain atau antarorganisasi.
D.    Sistematika Surat Resmi atau Surat Dinas
Dalam sistematika penulisan surat resmi ada beberapa bagian, bagian surat tersebut terdiri atas:
a)    kepala surat
b)    tanggal
c)    nomor, lampiran, dan hal atau perihal
d)    alamat surat
e)    salam pembuka
f)     isi surat
g)    salam punutup
h)   pengirim surat
i)     tembusan
j)     inisial.
1.          Kepala surat
Kepala surat yang lengkap terdiri atas:
d)       nama instansi
e)        alamat lengkap
f)        nomor telepon
g)       nomor kotak pos
h)       alamat kawat
i)         lambang atau logo.
Ø   Menulis proposal
A.    Pengertian Proposal
Proposal adalah rencana kegiatan yang dituliskan dalam bentuk rancangan kerja yang akan dilaksanakan.
A.             Macam-Macam Proposal
1.      Proposal Kegiatan
2.      Proposal Proyek
3.      Proposal Penelitian

Ø    Sistematika proposal penelitian kuantitatif
a.       Pendahuluan
1.      Latar belakang
2.      Identifikasi masalah
3.      Batasan masalah
4.      Rumusan masalah
5.      Tujuan penelitian
6.      Kegunaan hasil penelitian
b.      Landasan teori, kerangka berfikir dan pengajuan hipotesis
1.      Deskripsi teori
2.      Kerangka berfikir
3.      hipotesis
c.       Prosedur penelitian
1.      Metode
2.      Populasi dan sampel
3.      Instrumen penelitian
4.      Teknik pengumpulan data
5.      Teknik analisis data
d.      Organisasi dan jadwal penelitian
1.      Oeganisasi penelitian
2.      Jadwal penelitian
e.       Biaya yang diperlukan

Ø  Sistematika proposal penelitian kualitatif
a.       Pendahuluan
1.      Latar belakang
2.      Fokus penelitian
3.      Rumusan masalah
4.      Tujuan penelitian
5.      Manfaat penelitian
b.      Kajian teori
c.       Prosedur penelitian
1.      Metode, dan alasan menggunakan metode
2.      Tempat penelitian
3.      Instrumen penelitian
4.      Sampel sumber data
5.      Teknik pengumpulan data
6.      Teknik analisis data
7.      Rencana pengujian keabsahan data
d.      Organisasi dan jadwal penelitian
1.      Organisasi penelitian
2.      Jadwal penelitian
e.       Biaya yang diperlukan

v  Menurut jenisnya proposal dibagi menjadi 3 yaitu:
a.       Formal
b.      Semiformal
c.       Nonformal

B.     Setruktur proposal yaitu:
a.       Latar Belakang
b.      Nama Kegiatan
c.       Tema Kegiatan
d.      Tujuan Kegiatan
e.       Peserta
f.       Hasil yang Diharapkan
g.      Panitia Penyelenggara
h.      Alokasi Dana
i.        Waktu dan Pelaksanaan
j.        Penutup

C.    Ciri-ciri Proposal:
a.       Proposal meringkas kegiatan yang akan dilakukan
b.      Sebagai pemberitau pertama suatu kegiatan
c.       Berisikan tujuan – tujuan, latar belakang acara
d.      Pastinya proposal itu berupa lembaran – lembaran pemberitahuan yang telah dijilit yang nantinya diserakan kepada pihak yang bersangkutan
D.     Fungsi Proposal
Proposal memiliki fungsi yang sangat penting bagi perseorangan atau lembaga yang akan melakukan usaha, program, atau kegiatan. Fungsi dari proposal adalah sebagai berikut:
1.       Fungsi proposal untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan agama, sosial, politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya.
  1. Fungsi proposal untuk mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar.
  2. Fungsi proposal untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta.
  3. Fungsi proposal untuk mengajukan kredit kepada bank.
  4. Fungsi proposal untuk mengadakan acara seminar, diskusi, pelatihan, dan sebagainya.
E.     Sistematik Penulisan Proposal
a.      Pendahuluan
b.      Dasar pemikiran
c.       Tujuan kegiatan
d.      Tema kegiatan
e.       Jenis kegiatan
f.       Target kegiatan
g.      Sasaran/ peserta kegiatan
            Waktu dan tempat pelaksanaan
h.      Anggaran dana
i.        Susunan panitia
j.        Jadwal kegiatan
k.       Penutup

Ø Ihwal Karya ilmiah akademik
Pengertian Karya Ilmiah
            Brotowijojo (1985) dalam buku  Maimunah mengemukakan bahwa karya ilmiah adalah karya tulis yang di dalamnya menyajikan fakta yang disusun berdasarkan metodologi penulisan baik dan benar.
B. Ruang Lingkup Karya Ilmiah
1. Penelitian   
2. Pengembangan
Ø  Kaidah Tulisan Ilmiah
1. Sistematis      
2. Logis
3. Cermat    
4. Bahasa baku dan istilah yang konsisten
D. Macam-Macam Karya Ilmiah
1. Makalah
2. Artikel Ilmiah
3. Proposal Penelitian
4. Laporan Penelitian
5. Laporan Akhir
6. Skripsi (S-1)           
7. Tesis (S-2)      
8. Disertasi ( S-3)
9. Karya Imiah Di publikasikan
10. Karya Ilmiah Di dokumentasikan
Ø  Ciri-Ciri Tulisan Ilmiah
            Ada banyak ciri tulisan ilmiah yang di kemukakan para penulis.W.Paul Jones pernah mengungkapkan beberapa ciri tulisan ilmiah antara lain :
ü  Menyajikan fakta
ü  Cermat dan jujur ( accurate and truthful )
ü  Tidak memihak ( disinterested )
ü  Sistematis
ü  Tidak bersifat baru ( not emotive )
ü  Mengesampingkan pendapat yang tidak berdasar (unsupported opinion )
ü  Sungguh-sungguh
ü  Tidak bercorak debat ( not argumentative )
ü  Tidak bernada membujuk ( not directly persuasive )
ü  Tidak berlebih-lebihan

F.     Asas Menulis Karya Ilmiah
Kita perlu mengetahui asas menulis karya ilmiah yang jelas.Robert Gunning (Widyamartaya dan Sudiati,1997) dalam bukunya Principles of Clear Writing,Clear News Writing,The Technique of Clear Writing pernah membuat kriteria sebagai berikut :
1. Keep Sentences Short ( gunakan kalimat pendek )
2. Prefer The Simple to The Complex ( pilih sederhana dari pada rumit )
3. Prefer The  Familiar Word ( pilih kata umum yang di kenal )
4. Avoid Unnecessary Words ( hindari kata yang tidak perlu )         .
5. Put Action in Your Verbs ( beri tindakan dalam kata kerja anda )           
6. Write Like You Talk ( menulislah seperti anda bercakap-cakap )
7. Use Terms Your Reader Can Picture(pakailah istilah yang pembaca dapat menggambarkanya )
8. Tie in With Your Reader’s Experience ( kaitkan dengan pengalaman pembaca )
9. Make Full Use of Variety ( manfaatkan epenuhnya keanekaragaman )
10. Write to Express not Impress (menulis untuk mengungkapkan,bukan untuk mengesankan)      
H. Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah
            Bahdin Nur Tanjung ( 2005 : 7-9 ),yaitu
·         Penulis harus jujur menyebutkan pikiran yang di ambildari sumber lain.
·         Penulis karya ilmiah harus menghindarkan diri tindak kecurangan yang lazim di sebut plagiat.
·         Dalam menggunakan bahan dari suatu sumber (misalnya instrumen,bagan,gambar,dan tabel),penulis wajib meminta izin kepada pemilik bahan tersebut.
·         Nama sumber data atau informan,terutama dalam penelitian kualitatif,tidak boleh di cantumkan apabila pencantuman nama tersebut dapat merugikan sumber data atau informan.  
I. Langkah-Langkah Penulisan Ilmiah  
1. Pengembangan Gagasan
2. Perencanaan Penulisan Naskah
3. Pengembangan Paragraf
4. Finalisasi
           


[1] Syafi’ie, I. Retorika dalam Menulis. Depdikbud, Jakarta, 1988, hlm. 51-52

Tidak ada komentar:

Posting Komentar