Tugas Meresum Materi Menulis Bahasa
Dosen pembimbing:
Diana Mayasari, S.Pd

Oleh :
Ana Niastutri (136795)
PROGAM STUDI
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA 2013 A
SEKOLAH TINGGI
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU
REPUBLIK INDONESIA
JOMBANG
Ø
Hakikat
Menulis Bahasa
Seseorang dengan menulis dapat mengungkapkan pikiran
dan gagasan untuk mencapai maksud dan tujuannya. Tarigan (1982:21)
Pengertian menulis adalah
kegiatan seseorang untuk menyampaikan gagasan kepada pembaca dalam bahasa tulis
agar bisa dipahami oleh pembaca.
Ø Definisi
menulis menurut para ahli ;
Menurut Djuharie
(2005:120) menulis merupakan suatu keterampilan yang dapat dibina dan dilatih.
Pranoto (2004:9) menulis berarti menuangkan buah pikiran kedalam bentuk tulisan
atau menceritakan sesuatu kepada orang lain melalui tulisan.
Menurut Henry Guntur Tarigan
(1986:15) menyatakan bahwa menulis dapat diartikan sebagai kegiatan menuangkan
ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai. Burhan
Nurgiantoro (1988:273) menyatakan bahwa menulis adalah aktivitas aktif
produktif , yaitu aktivitas yang menghasilkan bahasa.
Ø Unsur-unsur Menulis
Menulis sebagai kegiatan
berbahasa tulis meliputi empat unsur, yakni sebagai berikut ;
(1) Gagasan
Dalam hal ini, gagasan adalah ide, opini,
pengalaman atau pengetahuan yang diungkapkan oleh penulis.
(2) Ekspresi
Ekspresi
adalah pengungkapan gagasan yang dilakukan sedemikian rupa sehingga dapat
dipahami dengan baik oleh pembaca. Pengungkapan gagasan dapat dibedakan atas
empat bentuk, yakni sebagai berikut.
a. Pemaparan, yaitu bentuk pengungkapan yang
menyajikan penjelasan tentang suatu subjek secara sistematis, analitis, dan
logis sehingga pembaca memahaminya dan bertambah pengetahuannya.
b. Pemerian, yaitu bentuk pengungkapan yang
menggambarkan suatu objek dengan berbagai hasil pengamatan penulis yang
diperolehnya melalui alat-alat inderanya. Objek yang dimaksud adalah
benda-benda seperti orang, tempat, pemandangan, lagu merdu, bunga, sejenis
hewan, tumbuhan, suasana, dan sebagainya.
c. Penceritaan, yaitu bentuk pengungkapan yang
menyampaikan peristiwa-peristiwa yang dijalin sedemikian rupa menurut urutan
waktu atau tempat kepada pembaca dengan maksud meninggalkan kesan tentang
perubahan-perubahan sesuatu yang terjadi mulai dari awal hingga akhir cerita.
d. Pembahasan, yaitu bentuk pengungkapan yang
membahas atau membicarakan sesuatu dengan menggunakan fakta-fakta atau
argumen-argumen sehingga pembaca meyakininya dan mengubah pikiran, pendapat,
atau sikapnya sesuai dengan yang diharapkan penulis.
(3) Tatanan
Tatanan adalah aturan atau tata tertib
pengembangan dan penyusunan gagasan yang biasa dipedomani penulis.
(4) Sarana
Sarana
adalah alat untuk menyampaikan gagasan, yaitu bahasa tulis yang terutama
menyangkut kosakata, tata bahasa, cara menggunakan bahasa yang efisien dan
efektif, dan ejaan.
Ø
Asas-Asas Menulis
1. Kejelasan (clarity).
Asas kejelasan memberikan kemudahan bagi pembaca. Tulisan penulis dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca.
2. Keringkasan (consiseness).
Asas keringkasan harus diperhatikan penulis agar tidak membuang-buang waktu pembaca. Meskipun demikian, bukan berarti tulisan harus pendek, melainkan tidak menggunakan bahasa yang berlebihan.
3. Ketepatan (correctness).
Asas ketepatan
dapat menyebabkan asumsi penulis mengalami titik kesamaan dengan pembaca.
4. Kesatupaduan (unity)
. Kesatupaduan
gagasan pokok dalam tiap paragraf harus diperhatikan menulis dalam menguraikan
gagasan/pikiran. Pembaca dimudahkan dalam menangkap ide-ide penulis. Ide-ide
utama dapat dengan mudah ditangkap oleh pembaca dengan bantuan ide-ide
penjelas.
5. Pertautan (coherence). Antarbagian tulisan harus bertautan satu sama lain (antar-alenia atau kalimat). Tautan-tautan ini mempermudah pembaca untuk menangkap gagasan yang disampaikan penulis.
6. Penegasan (emphasis).
Adanya penonjolan atau memiliki derajat perbedaan antar bagian dalam tulisan memberikan kemudahan kepada pembaca dalam menangkap tekanan ide-ide tertentu. Dengan demikian, ide-ide besar yang dimiliki penulis dapat dipahami dengan baik oleh pembaca.
Ø Fungsi dan Tujuan Menulis.
Menulis adalah suatu bentuk berfikir, tetapi justru berfikir bagi
pembaca tertentu atau waktu tertentu. Dalam menulis,
·
Fungsi
Menulis
alah sebagai alat komunikasi yang tidak langsung.
c.
Tujuan Menulis
Tujuan
penulisan yang dikemukakan oleh Hugo Harting ditulis oleh Tarigan (2008:
25-26) adalah:
1. Assignment
purpose ( tujuan penugasan)
Tujuan penugasan ini sebenarnya tidak mempunyai
tujuan sama sekali. Penulis menulis sesuatu karena ditugaskan, bukan atas
kemauan sendiri (misalnya para siswi yang diberi tugas merangkumkan buku,
sekertaris ditugaskan membuat laporan atau notulen rapat ).
2. Altruistic
purpose (tujuan altruistik).
Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca,
menghindarkan kedudukan para pembaca, ingin menolong para pembaca memahami,
menghargai perasaan dan penalarannya, ingin membuat hidup para pembaca lebih
mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu. Seseorang tidak akan dapat
menulis secara tepat guna kalau dia percaya, baik secara sadar maupun secara
tidak sadar bahwa pembaca atau penikmat karyanya adalah “lawan” atau “musuh”.
Tujuan altruistik adalah kunci keterbacaan sesuatu tulisan.
3. Persuasive
purpose ( tujuan persuasif).
Tulisan
yang bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diuntarkan.
4. Informational
purpose ( tujuan informasional, tujuan penerapan)
Tulisan
yang bertujuan memberi informasi atau keterangan penerangan/ penerangan kepada
para pembaca.
5. Self-ekspressive
purpose (tujuan penyataan diri)
Tulisan
yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sang pengarang kepada para
pembaca
6. Creative
purpose (tujuan kreatif)
Tujuan
ini erat berhubungan dengan tujuan pernyataan diri. Tetapi keinginan kreatif
disini melebihi pernyataan diri dan melibatkan dirinya dengan keinginan
mencapai norma artistik, atau seni yang ideal, seni idaman. Tulisan ini
bertujuan mencapai nilai-nilai artistik, nilai-nilai kesenian.
7. Problem-solving
purpose (tujuan pemecahan masalah)
Dalam
tulisan seperti ini penulis ini ingin memecahkan masalah yang dihadapi. Penulis
ingin menjelaskan, menjernihkan pikiran-pikiran dan gagasan-gagasannya sendiri
agar dapat dimengerti dan diterima oleh para pembaca. ( Hipple, 1973: 309-311).
Menurut
Syafi’ie (1988: 51-52), tujuan menulis
dapat di klarifikasikan sebagai berikut:
1. Mengubah
keyakinan pembaca;
2. Menanamkan
pemahaman sesuatu terhadap pembaca;
3. Merangsang
proses berpikir pembaca;
4. Menyenangkan
atau menghibur pembaca;
5. Memberi
tahu pembaca;
6.
Memotivasi
pembaca.[1]
B. Manfaat dan Nilai
Menulis
a. Manfaat menulis
Menurut
Akhadiah,
Sabarti, dan Maidar. G (1988: 2) manfaat menulis ada delapan
diantaranya:
1. Mengetahui
kemampuan dan potensi diri serta pengetahuan kita tentang topik yang
dipilihnya. Dengan mengembangkan topik itu kita terpaksa berpikir, menggali
pengetahuan dan pengalaman yang tersimpan di bawah sadar.
2. Dengan
mengembangkan berbagai gagasan kita terpaksa bernalar, menghubung-hubungkan
serta menbandingkan fakta-fakta yang mungkin tidak pernah kita lakukan kalau
kita tidak menulis.
3. Lebih
banyak menyerap, mencari, serta menguasai informasi sehubungan dengan topik
yang ditulis. Dengan demikian, kegiatan menulis memperluas wawasan baik serta
teoritis maupun mengenai fakta-fakta yang berhubungan.
4. Menulis
berarti mengorganisasi gagasan secara sistematik serta mengugkapkan secara
tersurat. Dengan demikian, permasalahan yang pemula masih samar menjadi lebih
jelas.
5. Melalui
tulisan kita dapat menjadi peninjau dan penilai gagasan kita secara objektif.
6. Lebih
mudah memecahkan masalah dengan menganalisanya secara tersurat dengan konteks
yang lebih konkret.
7. Dengan
menulis kita akif berpikir sehingga kita dapat menjadi penemu sekaligus pemecah
masalah, bukan sekedar penyedap informasi.
8. Kegiatan
menulis yang terencana akan membiasakan kita berpikir dan berbahasa secara
tertib.
Manfaat menulis menurut Horiston dalam Darmadi (1996: 3-4), yaitu :
1.
Kegiatan menulis adalah sarana untuk
menemuka sesuatu, dalam artian dapat mengangkat ide dan informasi yang ada di
alam bawah sadar pemikiran kita.
2.
Kegiatan menulis dapat memunculkan
ide baru.
3.
Kegiatan menulis dapat melatih kemampuan
mengorganisasi dan menjernihkan bebagai konsep atau ide yang kita miliki.
4.
Kegiatan menulis dapat melatih sikap
objektif yang ada pada diri seseorang.
5.
Kegiatan menulis dapat membantu diri
kita untuk berlatih memecahkan beberapa masalah sekaligus.
6.
Kegiatan menulis dalam sebuah bidang
ilmu akan memungkinkan kita untuk menjadi aktif dan tidak hanya menjadi
menerima informasi.
b.
Nilai
dalam Menulis
Enam jenis nilai dalam menulis menurut Gie (2002: 19) yaitu:
1.
Nilai kecerdasan.
2.
Nilai kependidikan.
3.
Nilai kejiwaan.
4.
Nilai kemasyarakatan.
5.
Nilai keuangan.
6.
Nilai kefilsafatan.
Sedangkan menurut Nurudin ( 2010: 27-33) nilai menulis ada tujuh yaitu:
1. Nilai Kecerdasan
Menurut seorang penulis terkenal
dunia Stephen King, pernah mengatakan “kalau engkau ingin menjadi penulis ada
dua hal yang harus engkau lakukan; banyak membaca dan banyak menulis. Setahuku,
tidak ada jalan selain dari dua hal ini, dan tidak ada jalan pintas.” Apa yang
dikatakan Stephen King ini ada benarnya, karena seorang penulis ketika ia
menulis pastilah ada pengetahuan yang diketahuinya. Pengetahuan dari seorang
penulis tentulah menunjukkan kecerdasannya dalam hal tertentu yang ada pada
dirinya. Sehingga tulisan yang dibuat mencerminkan kecerdasan dari penulisnya.
2. Nilai Kependidikan
Seorang penulis adalah sebenarnya
seorang pendidik bagi pembacanya. Tulisan yang ia buat dan dibaca oleh orang
lain sama dengan seorang guru yang mewariskan ilmu pengetahuan pada
murid-muridnya.
3. Nilai Kejiwaan
Nilai kejiwaan yang dimaksud
adalah nilai kejiwaan yang dirasakan oleh si penulis. Apa yang ingin
diungkapkan oleh penulis itulah yang berasal dari dalam diri penulis.
4. Nilai Kemasyarakatan
Seorang penulis tentulah memiliki
jiwa yang sosial. Jiwa sosial yang terdapat pada penulis didapatkan melalui
sosialisasi dan pengamatannya di masyarakat.
5. Nilai Keuangan
Nilai keuangan dalam bidang menulis
pada dasarnya merujuk pada hal ekonomi. Kerena tujuan yang diambil dalam hal
menulis ini adalah untuk mendapatkan sebuah materi berupa uang, dan dapat
digunakan dalam bidang bisnis.
6. Nilai Kefilsafatan
Nilai kefilsafatan yang dimaksud
adalah bahwa karya kita, meskipun kita sudah tidak ada di dunia ini masih bisa
dinikmati oleh generasi selanjutnya. Tulisan yang dihasilkan juga akan menjadi
sumber inspirasi, gerakan dan aktivitas kehidupan sehari-hari.
7. Nilai Popularitas
Ini berarti bahwa menjadi penulis akan dapat membuat
seseorang menjadi orang yang terkenal dimasyarakat luas. Terlebih juga apabila
seseorang tersebut memiliki karya tulis yang sering dimuat di media massa.
Semakin sering seseorang dalam membuat karya tulis dalam bentuk apapun itu dan
sering pula untuk dipublikasikan, maka semakin banyak pula orang yang membaca
dan sering mengenal nama dari seorang penulis tersebut
Ø Langkah-Langkah
Dasar dalam Menulis
Ø Tahap
Prapenulisan
Tahap ini merupakan tahap perencanaan atau persiapan menulis dan mencakup
beberapa langkah kegiatan antaranya:
1)
Pemilihan
dan Penetapan Topik
.Masalah pertama yang dihadapi penulis
untuk merumuskan tema sebuah karangan adalah topik atau pokok pembicaraan (Keraf,
1993: 126).
2) Menentukan Tujuan Penulisan dan Bentuk Karangan
Tujuan penulisan diartikan sebagai
pola yang mengendalikan tulisan secara menyeluruh (Akhadiah, 1998:89).
3) Bahan Penulisan
Bahan penulisan
ialah semua informasi atau data yang digunakan untuk mencapai tujuan
penulisan.Bahan tersebut mungkin berupa rincian, sejarah kasus, contoh,
penjelasan, definisi, fakta, hubungan sebab-akibat, hasil pengujian hipotesis,
angka-angka, diagram, gambar, dan sebagainya (Akhadiah, 1998:90)
4) Menyusun
Kerangka Karangan
Sebuah karangan
mengandung rencana kerja, memuat ketentuan pokok bagaimana suatu topik harus
diperinci dan dikembangkan.Karangan menjamin suatu penyusunan yang logis dan
teratur, serta memungkinkan seorang penulis membedakan gagasan utama dari
gagasan tambahan.
Ø
Tahap Penulisan
Pada tahap ini dibahas setiap butir yang ada di dalam
karangan yang disusun.Ini berarti digunakan bahan-bahan yang sudah
diklasifikasikan menurut keperluan sendiri. Kadang pada tahap ini, disadari bahwa masih diperlukan bahan
lain.
1) Isi Karangan
Bagian isi karangan merupakan inti
dari karangan itu sendiri. Keraf (1993:134) membagi isi karangan yakni
pendahuluan, tubuh karangan, dan kesimpulan.
2) Kosakta atau Pilihan Kata
Achmadi (1990:34) mendefinisikan pilihan kata adalah seleksi
kata-kata untuk mengespresikan ide atau gagasan atau perasaan.Dengan memilih
kata persyaratan pokokyangharus diperlukan
yaitu ketapan dan kesesuaian.
3) Kalimat Efektif
Kalimat yang
mengandung gagasan haruslah yang memenuhi syarat gramatikal.
4) Paragraf
Akhadiah (1998:33) memberikan batasan
paragraf tersusun dari beberapa buah kalimat, yang berhubungan satu dengan yang
lain sehingga merupakan kesatuan utuh untuk menyampaikan suatu maksud.
C. Tahap Revisi
Tahap ini merupakan tahap yang paling
akhir dalam penulisan.Jika bahan seluruh tulisan sudah selesai, tulisan
tersebut perlu dibaca kemabali.Hasil bacaan perlu diperbaiki, dikurangi, atau mungkin juga diperluas.
Ø B.Proses Menulis
The power of writing itu luar biasa.
. Menulis adalah salah satu cara
kita untuk berkreasi tanpa lintas batas.
Tulisan Bisa Bertrasformasi
Tulisan bisa bertransformasi menjadi
musik, film, komik, apa saja. Bahkan tulisan bisa bertransformasi menjadi tiket
pesawat. Tulisan bisa bertransformasi melebihi apa yang dibayangkan. 

Ø
Penggolongan
Tulisan
Ø Penggolongan tulisan banyak yang dikenal.
Penggolongan tersebut sangat dipengaruhi oleh yang mengemukakan, kepentingan
dan dasarannya. Menurut The Liang Gie (2002), penggolongan tulisan dapat
didasarkan pada bentuk, ragam, jenis, rumpun dan macam. Nurudin, (2010:50).
A.
Peggolongan tulisan berdasarkan bentuk
Menurut The Liang Gie, penggolongan
tulisan menurut bentuk meliputi cerita, lukisan, paparan dan argumentasi. Namun
bias juga ditambah dengan persuasi. Alasannya, persuasi juga merupakan bentuk
yang mempunyai cirri, kepentingan dan tujuannya sendiri disamping keempatnya
yang lain. Iklan merupakan bentuk tulisan persuasi yang mempunyai cirri
tersendiri. Dengan demikian, didasarlkan pada bentuk, tulisan terdiri dari
cerita (narasi), lukisan (deskripsi), paparan (eksposisi), argumentasi
(pendapat) dan persuasi. Nurudin (2010:50).
B.
Penggolongan menurut ragam
Penggolongan tulisan berdasarkan ragam
di bagi menjadi dua yaitu tulisan faktawi dan tulisan khayali. Tulisan faktawi
adalah tulisan yang diolah berdasarkan fakta-fakta yang ada. Dengan kata lain,
tulisan yang dihasilkan bukan karena rekayasa seseorang. Ia juga bukan cerita bohongyang sengaja
dibuat untuk cerita tertentu. Fakta ini sering disebut dengan unsure 5W+1H (who, where, when, what, why dan how)
dalam jurnalistik.
Sementara itu, tulisan khayali
adalah tulisan yang tidak menuntut adanya fakta-fakta seperti ragam tulisan
faktawi. Tulisan ini lebih didasarkan pada daya imajinasi seseorang penulis.
Jadi, penulis diberikan kewenangan penuh untuk menulis apa saja yang ia
kehendaki. Nurudin (2010:52).
C. Penggolongan tulisan berdasarkan jenis
Penggolongan
tulisan berdasarkan jenis merupakan pecahan dari ragam tulisan. Ragam tulisan
faktawi memunculkan dua jenis tulisan yaitu tulisan ilmiah dan tulisan
informatif. Sedangkan ragam tulisan khayali juga memunculkan dua jenis tulisan
yaitu prosa dan puisi.
Tulisan ilmiah adalah tulisan yang selam
ini dilakukan dikalangan ilmuan atau sivitas akademika (tulisan kependidikan
dan penelitian). Bisa juga dilakukan oleh kebanyakan orang, hanya dasar-dasar,
sistematika dan penyusunannya memakai kaidah ilmiah yang sudah digariskan.
Tulisan ilmiah cenderung kaku karena harus
memakai format tertentu. Ia tidak bias ditulis menurut kehendak penulisnya.
Dukungan literature, dat cukup dan analisis, biasa menyertai tulisan ilmiah.
Sementara itu, tulisan informatif adalah
tulisan yang tujuan utamanya memberikan informasi sebuah peristiwa atau
kejadian (laporan). Tulisan ini biasa melekat pada media massa(cetak dan
elektronik). Tulisan dibuat semaksimal mungkin agar mudah dipahami pembaca, pendengar
dan penontonya. Tulisan ini umumnya menggunakan bahasa populer dan tidak kaku
seperti tulisan ilmiah, namun masih tetap menggunakan kaidah tertentu.
Tulisan informative bias juga berupa
ulasan. Ulasan adalah komentar tentang suatu kejadian dengan melihatnya dari
sudut pandang tertentu. Nurudin (2010:53
D. Penggolongan tulisan berdasarkan rumpun
Penggolongan
tulisan berdasarkan jenis memunculkan penggolongan tulisan berdasarkan rumpun.
Penggolongan tulisan ini dipetakan sebagai berikut.
·
Rumpun Tulisan

E.
Penggolongan
tulisan berdasarkan berdasarkan macam
Penggolongan tulisan
berdasarkan macam dipetakan sebagai
berikut.
Jenis
Tulisan Macam Tulisan Rumpun Tulisan

Nurudin
(2010:56).
Ø Bentuk-Bentuk Tulisan
A.
Paragraf Argumentatif
a.
Pengertian
Paragraf Argumentatif
Menurut Keraf (2007:3) argumentasi
adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan
pendapat orang lain, agar mereka percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan
apa yang diinginkan oleh penulis.
b.
Ciri-Ciri
Paragraf Argumentatif.
1.
Bersifat nonfiksi atau ilmiah;
2. Bertujuan menyakinkan orang lain
bahwa apa yang dikemukakan merupakan kebenaran;
3. Dilengkapi bukti-bukti berupa data,
tabel, dan gambar;
4. Ditutup dengan kesimpulan.
·
Bentuk-Bentuk
Penulisan Paragraf Argumentatif.
1.
Pola
sebab-akibat.
2.
Pola
akibat-sebab
B. Paragraf Persuasif
a.
Pengertian
Paragraf Persuasif
Persuasif
adalah suatu seni verbal yang bertujuan untuk me-yakinkan seseorang agar
melakukan sesuatu yang dikehendaki pembicara atau penulis pada waktu ini atau
pada waktu yang akan datang (Keraf, 2007:118).
·
Ciri-Ciri
Paragraf Persuasif
1.
Ada fakta atau bukti untuk mempengaruhi atau membujuk
pembaca;
2.
Bertujuan mendorong, mempengaruhi dan membujuk pembaca;
3.
Menggunakan bahasa secara menarik untuk memberikan sugesti
(kesan) kepada pembaca.
C. Paragraf Naratif
a.
Pengertian
Paragraf Naratif
Narasi
dapat diartikan sebagai cerita. Sebuah cerita adalah sebuah penulisan yang
mempunyai karakter, setting, waktu, masalah, mencoba untuk memecahkan masalah
dan memberikan solusi dari masalah itu (Nurudin. 2010 :71).
·
Paragraf naratif
di bedakan menjadi dua jenis, yaitu :
1.
Naratif
Ekspositoris (Narasi Teknis)
Narasi ekspositoris pertama-tama
bertujuan untuk me-nggugah pikiran para pembaca untuk mengetahui apa yang
dikisahkan.
Naratif Sugestif
Narasi sugestif adalah narasi yang bertujuan untuk
mem-berikan suatu maksud tertentu,
b.
Ciri-Ciri Paragraf Naratif
1.
Ada tokoh, tempat, waktu dan suasana yang diceritakan;
2.
Kejadian diurutkan sesuai urutan waktu atau urutan
peristiwa;
3.
Tidak hanya terdapat pada karya fiksi tetapi juga terdapat
pada karya non fiksi.
D. Paragraf Deskriptif
a.
Pengertian
Paragraf Deskriptif
Deskriptif dapat diartikan sebagai
gambaran, ulasan atau rincian. Menurut Finoza dalam Nurudin (2010:60).
·
Ciri-Ciri
Paragraf Deskriptif
1.
Menggambarkan
sesuatu secara detail;
2.
Penggambaran
tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan me-libatkan kesan indera;
3.
Membuat pembaca
merasakan sendiri atau mengalami sendiri.
·
Bentuk Tulisan
Paragraf Deskriptif
1.
Deskripsi Imajinatif atau
Impresionis
2.
Deskripsi faktual atau ekspositoris
E. Paragraf Eksposisi
a.
Pengertian
Paragraf Eksposisi
(Nurudin, 2010:67). Paragraf eksposisi
adalah jenis paragraf yang bertujuan
untuk menerangkan dan menjelaskan sesuatu pemasalahan terhadap pembaca agar
pembaca mendapatkan gambaran dan
penjelasan detail tentang suatu permasalahan yang dimaksudkan pengarang.
·
Ciri-Ciri
Paragraf Eksposisi
1.
Bersifat
nonfiksi atau ilmiah;
2.
Bertujuan untuk
menjelaskan atau menerangakan suatu hal;
3.
Bahasa tulisan
disampaikan secara lugas dengan menggunakan bahasa baku;
4.
Tulisan atau
karangan bersifat netral dan tidak memihak ataupun memaksakan sikap
penulis terhadap pembaca.
·
Bentuk Tulisan
Paragraf eksposisi
1.
Pola pengembanga
umum-khusus (Deduksi)
2.
Pola
pengembangan khusus-umum (Induksi)
3.
Pola
perbandingan
4.
Pola analogi
5.
Pola
pertentangan atau kontras
6.
Pola pengembangan klasifikasi
7. Pola pengembangan proses
8.
Pola pengembangan definisi
9. Pola
pengembangan contoh atau ilustrasi
10. Pola pengembangan sebab akibat
Ø Kohesi dan kohererensi
a. Tarigan (1987 : 96 )
Kohesi atau kepaduan wacana menurut aspek formal bahasa dalam
wacana.
A. Pengertian koherensi
Koherensi adalah pengaturan secara rap kenyataan dan gagasan, fakta dan ide
menjadi suatu untaian yang logis sehingga mudah memahami pesan yang
dikandungnya menurut ( Wohl, 1978 : 25).
1. Jenis-jenis
kohesi dan koherensi
a. Kohesi Gramatikal
Kohesi gramatikal adalah kepaduan bentuk bagian-bagian wacana
yang diwujudkan ke dalam sistem
gramatikal.
Secara lebih rinci, aspek gramatikal wacana meliputi:
1. Pengacuan ( Refrensi
)
2. Subtitusi.
3. Elipsis
4. Konjungsi
b. Kohesi Leksikal
Kohesi leksikal adalah hubungan antar unsur dalam wacana secara semantik. Hubungan kohesif yang diciptakan atas dasar aspek
leksikal, dengan pilihan kata yang serasi, menyatakan hubungan makna atau
relasi semantik antara satuan lingual yang satu dengan satuan lingual yang lain
dalam wacana.
Aspek leksikal dalam wacana dibedakan menjadi
enam yakni :
1. Repetisi
2. Sinonim
3. Antonim
4. Kolokasi
5. Hiponim
6. Ekuivalen (
kesepadanan)
2. Definisi paragraf
Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau
karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru.
3. Ciri-ciri dan
klasifikasi paragraf
Ø Menulis Resensi
a. Pengertian
Resensi
Resensi secara bahasa artinya
pertimbangan atau perbincangan (tentang) sebuah buku (WJS.
Poerwadarminta, kamus Umum Bahasa Indonesia, 1984:821).
Perbincangan dimaksud berupa sebuah tulisan yang dimuat disurat kabar atau
majalah, berisi penilaian tentang kelebihan atau kekurangan sebuah buku,
menarik- tidaknya tema dan isi buku, kritikan dan memberi dorongan kepada
khlayak tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan dimilik atau dibeli.
b. Struktur
Tulisan Resensi
Sebuah
tulisan resensi buku biasanya terdiri dari tiga bagian, yaitu:
Pertama,
bagian pendahuluan. Berisi informasi objektif atau identitas buku. Meliputi
judul, penulis, penerbit dan tahun terbitnya, jumlah halaman, dan bila perlu
harga buku tersebut.
contoh:
Judul Buku : Zaman Baru Islam Indonesia (Pemikiran dan
Aksi Politik Abdurrahman Wahid, M. Amien Rais, Nur Cholis Madjid, Jalaludin
Rakhmat)
Penulis : Dedy Djamaluddin Malik & Idi
Subandy Ibrahim
Pengantar :Mohammad Sobary
Penarbit : Zaman Wacana Mulia, Bandung
Cetakan : Pertama, Januari 1998
Tebal :
337 Halaman
Judul
resensi buku setidak-tidaknya bisa menggambarkan keseluruhan isi buku. Judul
harus ilmiah populer, sebab bahasa media itu ilmiah populer. Ilmiah artinya ia
tidak terlalu ngepop, tetapi juga tidak terlalu ilmiah sekali. Judul ngepop
misalnya seperti “bahasa gaul” yang sering dijumpai pada judul-judul artikel
majalah, tabloid atau media cetak lain yang pasarnya Anak Baru Gede (ABG).
Bahasa resensi juga tidak terlalu ilmiah. Bahkan kalau bisa, menghindari
pemakaian kata-kata asing yang berkebihan.
Kedua,
bagian isi. Berisi ulasan tentang tema atau judul buku, paparan singkat isi
buku (mengacu kepada daftar isi) atau gambaran tentang keseluruhan isi buku,
dan informasi tentang latar belakang serta tujuan penulisan buku tersebut.
Diulas pula tentang gaya penulisan, perbandingan buku itu dengan buku bertema
sama karangan penulis lain atau buku karangan penulis yang sama dengan tema
lain.
Ketiga, bagian
penutup. Pada bagian ini peresensi menilai bobot (kualitas) isi buku tersebut
secara keseluruhan, menilai kelebihan atau kekurangan buku tersebut, memberi
kritik atau saran kepada penulis dan penerbitnya (misalnya menyangkut cover,
judul, editing),
serta memberi
pertimbangan kepada pembaca tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan
dimiliki/ dibeli.
Biasanya,
pada halaman belakang sebuah buku terdapat “resensi mini”. Ditulis oleh
penerbitnya sebagai gambaran singkat isi buku sekaligus berpromosi/ menarik
minat orang untuk membaca dan membeli buku tersebut.
Adpun
bentuk resensi dapat digolongkan sebagai berikut.
1.
Meringkas
2.
Menjabarkan
3.
Menganalisis
4.
Membandingkan
(Komparasi)
5.
Memberi
penekanan
Ø Teknik Penulisan Resensi
1.
Baca kata
pengantar dan pendahualuan.
2.
Lihat daftar isi
3.
Baca ringkasan
buku yang biasanya terdapat pada sampul belakang
4.
Pilih hal-hal
yang dianggap penting.
5.
Catat hal-hal
yang dianggap penting.
6.
Cantumkan
kutipan yang dijadikan sumber.
Ø Menulis Surat
A.
Pengertian Surat
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, surat berarti kertas
sebagai data auketerangan sesuatu yang ditulis.
Achmad Muliadi (1983:9), surat adalah sarana
komunikasi tertulis atau alat untuk mengadakan hubungan dengan orang lain yang
menggunakan kertas dan tulisan sebagai medianya.
B.
Jenis-Jenis
Surat
D, Bratawidjaja (1995:6-7) menyebut sebagai berikut
Ø Menurut
isi dan asalnya, surat dibedakan atas tiga macam:
1) Surat
resmi atau dinas pemerintah,
2) Surat
niaga,
3) Surat
pribadi.
Ø Menurut
maksud dan tujuannya, surat digolongkan atas:
1) Surat
pemberitahuan
2) Surat
keputusan
3) Surat
perintah
4) Surat
permintaan dan surat permohonan
5) Surat
peringatan
6) Surat
panggilan
7) Surat
penawaran
8) Surat
perjanjian
9) Surat
pesanan
10) Surat
laporan
11) Surat
pengantar
12) Surat
lamaran kerja, dan sebagainya
Ø Menurut
wujudnya, surat dibedakan atas:
1) Kartu
pos
2) Warkat
pos
3) Surat
bersampul
4) Telegram
5) Teleks
6) faksimil
Ø Menurut
sasarannya, surat terbagi atas:
1) Surat
biasa
2) Surat
edaran
3) Surat
pengumuman
Ø Menurut
jaminan dan keamanan isinya, surat digolongkan atas empat macam, yaitu:
1) Surat
sangat rahasia
2) Surat
rahasia
3) Surat
konfidesil (terbatas)
4) Surat
biasa
a. Menurut
urgensinya, surat dibedakan atas: biasa, penting, dan sangat rahasia
b. Menurut
cara penyampaiannya, surat digolongkan atas: biasa, kilat, dan kilat khusus
Ø Berdasarkan
Wujud Surat
- Kartu Pos
- Warkat Pos
- Telegram
- Surat Bersampul
Ø Berdasarkan
Pembuatan Surat
- Surat Pribadi
- Surat Resmi
Ø Berdasarkan
Pesan Surat
- Surat Keluarga
- Surat Setengah Resmi
- Surat Sosial
- Surat Niaga
- Surat Dinas
- Surat Pengantar
Ø Berdasarkan
Keamanan Pesan Surat
- Surat Sangat Rahasia
- Surat Rahasia
- Surat Konfidensial
- Surat Biasa
Ø Berdasarkan
Ruang Lingkup Surat
- Memorandum/ Memo
- Nota
- Surat Biasa
Ø Berdasarkan
Penyelesaian Surat
- Surat Kilat
- Surat Segera
- Surat Biasa
Ø Berdasarkan
Pengertian Umum
- Surat Terbuka
- Surat Tertutup
- Surat Kaleng
C.
Pengertian Surat Dinas
Surat dinas ditulis untuk keperluan
komunikasi antara kantor yang satu dan kantor yang lain atau antarorganisasi.
D.
Sistematika Surat Resmi atau Surat
Dinas
Dalam sistematika penulisan surat resmi ada beberapa bagian,
bagian surat tersebut terdiri atas:
a)
kepala surat
b)
tanggal
c)
nomor, lampiran, dan hal atau perihal
d)
alamat surat
e)
salam pembuka
f)
isi surat
g)
salam punutup
h)
pengirim surat
i)
tembusan
j)
inisial.
1.
Kepala surat
Kepala surat yang lengkap terdiri atas:
d)
nama instansi
e)
alamat lengkap
f)
nomor telepon
g)
nomor kotak pos
h)
alamat kawat
i)
lambang atau logo.
Ø
Menulis
proposal
A.
Pengertian Proposal
Proposal adalah rencana kegiatan
yang dituliskan dalam bentuk rancangan kerja yang akan dilaksanakan.
A.
Macam-Macam Proposal
1. Proposal Kegiatan
2. Proposal Proyek
3. Proposal Penelitian
Ø
Sistematika proposal penelitian
kuantitatif
a. Pendahuluan
1. Latar belakang
2. Identifikasi masalah
3. Batasan masalah
4. Rumusan masalah
5. Tujuan penelitian
6. Kegunaan hasil penelitian
b. Landasan teori, kerangka berfikir
dan pengajuan hipotesis
1. Deskripsi teori
2. Kerangka berfikir
3. hipotesis
c. Prosedur penelitian
1. Metode
2. Populasi dan sampel
3. Instrumen penelitian
4. Teknik pengumpulan data
5. Teknik analisis data
d. Organisasi dan jadwal penelitian
1. Oeganisasi penelitian
2. Jadwal penelitian
e. Biaya yang diperlukan
Ø Sistematika proposal penelitian kualitatif
a. Pendahuluan
1. Latar belakang
2. Fokus penelitian
3. Rumusan masalah
4. Tujuan penelitian
5. Manfaat penelitian
b. Kajian teori
c. Prosedur penelitian
1. Metode, dan alasan menggunakan
metode
2. Tempat penelitian
3. Instrumen penelitian
4. Sampel sumber data
5. Teknik pengumpulan data
6. Teknik analisis data
7. Rencana pengujian keabsahan data
d. Organisasi dan jadwal penelitian
1. Organisasi penelitian
2. Jadwal penelitian
e. Biaya yang diperlukan
v Menurut jenisnya proposal dibagi
menjadi 3 yaitu:
a. Formal
b. Semiformal
c. Nonformal
B.
Setruktur proposal yaitu:
a. Latar Belakang
b. Nama Kegiatan
c. Tema Kegiatan
d. Tujuan Kegiatan
e. Peserta
f. Hasil yang Diharapkan
g. Panitia Penyelenggara
h. Alokasi Dana
i.
Waktu dan Pelaksanaan
j.
Penutup
C.
Ciri-ciri Proposal:
a.
Proposal meringkas kegiatan yang akan
dilakukan
b.
Sebagai pemberitau pertama suatu
kegiatan
c.
Berisikan tujuan – tujuan, latar
belakang acara
d.
Pastinya proposal itu berupa lembaran –
lembaran pemberitahuan yang telah dijilit yang nantinya diserakan kepada pihak
yang bersangkutan
D.
Fungsi Proposal
Proposal memiliki fungsi
yang sangat penting bagi perseorangan atau lembaga yang akan melakukan usaha,
program, atau kegiatan. Fungsi dari proposal adalah sebagai berikut:
1.
Fungsi proposal untuk melakukan penelitian yang
berkenaan dengan agama, sosial, politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya.
- Fungsi proposal untuk mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar.
- Fungsi proposal untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta.
- Fungsi proposal untuk mengajukan kredit kepada bank.
- Fungsi proposal untuk mengadakan acara seminar, diskusi, pelatihan, dan sebagainya.
E. Sistematik Penulisan Proposal
a.
Pendahuluan
b.
Dasar pemikiran
c.
Tujuan kegiatan
d.
Tema kegiatan
e.
Jenis kegiatan
f. Target
kegiatan
g.
Sasaran/ peserta kegiatan
Waktu dan tempat pelaksanaan
h.
Anggaran dana
i.
Susunan panitia
j.
Jadwal kegiatan
k.
Penutup
Ø Ihwal Karya ilmiah akademik
Pengertian
Karya Ilmiah
Brotowijojo
(1985) dalam buku Maimunah mengemukakan
bahwa karya ilmiah adalah karya tulis yang di dalamnya menyajikan fakta yang
disusun berdasarkan metodologi penulisan baik dan benar.
B.
Ruang Lingkup Karya Ilmiah
1. Penelitian
2. Pengembangan
Ø Kaidah Tulisan
Ilmiah
1. Sistematis
2. Logis
3. Cermat
4. Bahasa baku dan istilah
yang konsisten
D.
Macam-Macam Karya Ilmiah
1. Makalah
2. Artikel Ilmiah
3. Proposal Penelitian
4. Laporan
Penelitian
5. Laporan Akhir
6. Skripsi (S-1)
7. Tesis
(S-2)
8. Disertasi ( S-3)
9. Karya
Imiah Di publikasikan
10. Karya Ilmiah Di
dokumentasikan
Ø Ciri-Ciri
Tulisan Ilmiah
Ada
banyak ciri tulisan ilmiah yang di kemukakan para penulis.W.Paul Jones pernah
mengungkapkan beberapa ciri tulisan ilmiah antara lain :
ü Menyajikan
fakta
ü Cermat
dan jujur ( accurate and truthful )
ü Tidak
memihak ( disinterested )
ü Sistematis
ü Tidak
bersifat baru ( not emotive )
ü Mengesampingkan
pendapat yang tidak berdasar (unsupported opinion )
ü Sungguh-sungguh
ü Tidak
bercorak debat ( not argumentative )
ü Tidak
bernada membujuk ( not directly persuasive )
ü Tidak
berlebih-lebihan
F.
Asas
Menulis Karya Ilmiah
Kita
perlu mengetahui asas menulis karya ilmiah yang jelas.Robert Gunning
(Widyamartaya dan Sudiati,1997) dalam bukunya Principles of Clear Writing,Clear News Writing,The Technique of Clear
Writing pernah membuat kriteria sebagai berikut :
1. Keep Sentences Short ( gunakan kalimat pendek )
2. Prefer The Simple to The Complex ( pilih
sederhana dari pada rumit )
3. Prefer The
Familiar Word ( pilih kata umum yang di kenal )
4. Avoid Unnecessary Words ( hindari kata yang tidak
perlu ) .
5. Put Action in Your Verbs ( beri tindakan dalam
kata kerja anda )
6. Write Like You Talk ( menulislah seperti anda
bercakap-cakap )
7. Use Terms Your Reader Can Picture(pakailah
istilah yang pembaca dapat menggambarkanya )
8. Tie in With Your
Reader’s Experience ( kaitkan dengan pengalaman pembaca )
9. Make Full Use of
Variety ( manfaatkan epenuhnya keanekaragaman )
10. Write to Express
not Impress (menulis untuk mengungkapkan,bukan untuk mengesankan)
H.
Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah
Bahdin Nur
Tanjung ( 2005 : 7-9 ),yaitu
·
Penulis harus
jujur menyebutkan pikiran yang di ambildari sumber lain.
·
Penulis karya
ilmiah harus menghindarkan diri tindak kecurangan yang lazim di sebut plagiat.
·
Dalam
menggunakan bahan dari suatu sumber (misalnya instrumen,bagan,gambar,dan
tabel),penulis wajib meminta izin kepada pemilik bahan tersebut.
·
Nama sumber data
atau informan,terutama dalam penelitian kualitatif,tidak boleh di cantumkan
apabila pencantuman nama tersebut dapat merugikan sumber data atau
informan.
I.
Langkah-Langkah Penulisan Ilmiah
1. Pengembangan Gagasan
2. Perencanaan Penulisan Naskah
3. Pengembangan Paragraf
4. Finalisasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar