Selasa, 01 Juli 2014

surat perindu dari balik jeruji suci


Surat Perindu
Wahai peluh perindu . Semoga bersama cinta yang luar biasa indah bersama kasmir beserta  anugerahnya.Cukuplah sapa menjelma menjadi nyanyian gila  untuk mencintaimu melebihi cinta sebatas kertas.
La Tahzan kasih..
Serupa purnama, akulah angin yang Paling sempurna untuk sujudmu. Sebagaimana pagi, tangisku menuju muara dhuha dalam hati. Menyertakan denting matahari menjagamu, itu adalah simbol sehingga denyut jantungku kembali berdetak. Biarkanlah rasa ini tetap ada sebagai perindu yang merajalela.
Aku ingin menjadikanmu sebagai hujan, membasahi cintaku menjadi embun  sehingga bening  terpancar darinya.Aku ingin menjadikanmu seperti pasir membawa musafir  di antara sahara pada musim kemarau tiba, sehingga arah menjadi penentu karenanya. Aku ingin menjadikanmu  layaknya cermin, sehingga pantulan cinta menjadikan bentuk dan warna kasih yang serupa.Aku ingin menjadikanmu tak ubahnya kanvas seorang pelukis yang menyertakan jiwanya sehingga kuas menjadikannya hidup.
Jangan terlupa wahai peluh perindu,..
Akulah pena untuk merebahkan huruf-hurufmu sehingga tulisan itu bermakana. Akulah pecinta yang gila atas nama tertulis di atas dada sehingga engkaupun menjadi ada. Akulah kerudung hitammu yang menutup luka, sehingga engkaupun tersadar akan halnya
Sayang, cintaku yang gila...
Kubawa karya tuhan atas cinta atas dua kertas kecil. Berdiri kokoh di antaranya syahadah, dan saksi para hakim Tuhan. Esok, iring-iringan tambur memainkan melodi untuk semerbak melati yang ranum di balik hijabmu.
            Sayang, cintaku yang gila...
Sertakan peri kecil yang akan berlarian dengan lagkah-langkah kecil. Atau sesekali berebut susu yang engkau sajikan setiap paginya. Sesekali roti berpasta slei kacang menjadi pemanisnya
Sayang, cintaku yang gila...
Jadilah ibu negara yang kokoh untuk negaraku. Aku akan berjalan sebagai presiden yang bijak selama engkau mampu mengiringinya. Aku akan duduk dengan gagah sebagai raja sedang engkau adalah permaisyurinya Aku akan menyertakan serbuk sebagai kumbang sedang engkau mampu menjadi bunganya.
Sayang, cintaku yang gila...
Jadilah masakan siap saji yang tiap harinya bisa kunikmati bersama lelah. Jadilah ladangku yang subur bersama malaikat yang ranum bersama angin.Jadilah kemejaku yang sigap melindungi kehormatanku Jadilah engkau seteguk air sebagai penghilang dahagaku. Cintamu memang teramat gila, sehingga akupun tak mampu membendungnya. Sayang,cintaku yang gila. Aku mencintaimu dengan hal yang tidak bisa kusederhanakan.

ana nias23
jombang 2 juli 2014


Tidak ada komentar:

Posting Komentar