Kumpulan Puisi Baru Anak Sastra
Seruni
Aku
harap langit langit bongkok, berubah jingga kebiruan, tepatnya jika semesta
mengayak bebatuan. Sajak ini adalah padi-padi sajian untuk ikan di pekarangan
tempo hari,sejatinya sederet kuas kecil menuntaskan sisa debu di atas hujan.
Jombang, 1 juni 2014
Lingsir
Tenaga-tenaga
bapak,beserta kapak dan genggaman pasir di bendungan murni penuh jeritan, tawa
tergidik aliran air mata. Bertubi-tubi jeramimengulas jembatan sisa
penyebrangan liur pada pertengahan purnama. Saat itu senja tiada.
Jombang, 2 juni 2014
Kamboja
Selepas gigimu, berulang kali Rambut
menua hingga rapuh. mata merabun hingga tenggelam. Telinga menuli hingga menghilang.
Kerangka terbujur hingga tiada.
Jombang, 3 juni 2014
Guk
Neon
di barat daya kota tua, memudakan pelupuk biru di rumah sebrang. Semakin jelita
kedipan bayi-bayi dalam caping, mengakhiri pesta perburuan dengan sepasang
swallow melepas pergi tuannya. Di taman merah tandanya kongres akan kembali.
Jombang, 4 juni 2014
Mayang
O
jiwa menghempas lelah, Rembulan serak sekejap, Menenteng embun raksa beruban.Sepertihalnya
kantup bibirku tertegun menyerukan hikayat kehidupan bersama trotoar, debu-debu
kota,
Jombang, 5 juni 2014
POK
Aku sesat dalam bahagia.Mengindahkan umang-umang nakal,
hinggap jemari pada pelataran meluas. Pok ame- pok ame ame…
Gondol
Lubangmu Sri,
terasa senyap sedikit beraroma basah. Apalagi saat tamu-tamu datang memintamu meluruskannya,
lubang itu menganga. Malah semakin menganga meminta mata mengamatinya.
Jombang,7 juni 2014
Sungguh bahasa sastra yang hebat sobat,dudukan kiranya sobat berbagi ilmu dengan saya
BalasHapusSungguh bahasa sastra yang hebat sobat,dudukan kiranya sobat berbagi ilmu dengan saya
BalasHapus