Rabu, 25 Maret 2015

Catatan Biru Santri Timur

Catatan Biru Santri Timur







Mungkin, dia berbeda...

Mungkin, dia berbeda...

Mungkin, dia berbeda...






jombang 26 maret 2015

persyaratan wacana

Tugas Meresum _2
Nama Ana Niastutri
Nim:136795
Mata Kuliah: Wacana
Dosen Pengampu : Diana Mayasari M.Pd

                                      Persyaratan wacana dalam linguistik.
Menurut oka dan suparno
·         Topik
·         Kohesi dan koherensif
·         Tuturan

Menurut  Tarigan
·         Mempunyai tan da akhiran yang nyata
·         Disampaikan melalui lisan dan tulisan
·         Kohesi dan koherensi

Dalam wacana yang baik  proposisi sejajar  dengan topik  yang sedang dibahas.
Menurut Chair dalam Linguistik Umum
Persyaratan wacana meliputi
·         Topik
·         Tuturan (penguatan)
·         Proposional
·         Kohesi dan koherensi

Hal-hal yang memenuhi persyaratan wacana:
1.      Terdapat tujuan yang mengarah ke topik
2.      Kohesi dan koherensi padu membetuk proporsional ketika dibaca
3.      Terdapat tuturan yang merujuk pada satu objek, yaitu “Amin benar-benar pemain bola profesional”

Seperti pada contoh :Aku Kangen.

 Bisa disebut dengan wacana jika diakhiri dengan tanda yang  nyata. Namun jika tidak ada maka kalimat tersebut hanya bisa disebut klausa.

Rabu, 18 Maret 2015

Hakikat wacana

Dosen Pengampu: Diana Maya Sari M,Pd

Hakikat wacana

A.     Pengertian Wacana
Mengartikan sebuah wacana terbilang sangat kompleks dan luas pembahasannya, hal ini terbukti dari hasil diskusi mata kuliah Wacana yang membahas tentang hakikat wacana kemarin kamis,12 Maret 2015 kemarin, mengungkap banyak gagasan dari teman teman mahasiswa, yang mana diantaranya mengungkapkan hal sebagai berikut:
| Wacana adalah rentetan kalimat yang saling berkaitan dan menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi lainnya di dalam kesatuan makna (semantis) antar bagian di dalam suatu bangun bahasa.
Wacana merupakan satuan bahasa terlengkap dan utuh karena setiap bagian di dalam wacana itu berhubungan secara padu. Wacana di dalam kebahasaan menempati hierarki teratas karena merupakan satuan gramatikal tertinggi dan terbesar. Wacana dapat berupa kata, kalimat, paragraf, atau karangan utuh yang lebih besar, seperti buku atau artikel yang berisi amanat lengkap. Kata yang digunakan dalam wacana haruslah berpotensi sebagai kalimat, bukan kata yang lepas konteks. Wacana amat bergantung pada keutuhan unsur makna dan konteks yang melingkupinya.

B.     Syarat terpenuhinya sebuah wacana  
·         Topik,
·         Kohesi
·         Koherensi,

C. Jenis-jenis wacana

1. Berdasarkan Bentuk
a)     Wacana Lisan
Jauh sebelum manusia mengenal huruf,bahasa telah digunakan oleh manusia.manusia memakai bahasa lisan dalam berkomunikasi.bahasa lisan menjadi bahasa yang utama dalam hidup manusia karena lebih dahulu dikenal dan digunakan oleh manusia dari pada bahasa tulis.karena itu tidaklah mengherankan bahwa sebagian besar manusia masih berada dalam budaya lisan.
Dengan uraian diatas dapat dibuat ciri – ciri wacana lisan sebagai berikut :
1.     Wacana lisan memerlukan daya simak yang tinggi agar interaksi tidak terputus
2.    Wacana lisan sulit diulang,dalam arti mengulang hal yang sama dengan ujaran pertama
3.      Wacana lisan dapat dilengkapi dengan gerakan anggota tubuh untuk memperjelas makna yang dimaksud
d.      Wacana lisan menyatukan partisipanya dalam satu situasi dan konteks yang sama.
e.       Wacana lisan biasanya lebih pendek daripada wacana tulis
f.       Wacana lisan juga melibatkan unsure kebiasaan atau pengetahuan yang telah diketahui bersama (common ground) ,yang ada pada satu keluarga atau kelompok dan
g.      Wacana lisan sering melibatkan partisipanya secara langsung.

b)      Wacana Tulis
Wacana tulis mulai dikenal setelah ditemukan huruf,Huruf dibuat untuk mengganti peran bunyi bahasa sehingga biasanya orang mengatakan bahwa huruf adalah lambang bunyi.Huruf – huruf itu dipelajari manusia dan kemudian digunakan untuk menyampaikan informasi kepada orang lain yang tinggal berjauhan.
Dari uraian diatas dapat dibuat ciri –ciri sebagai berikut :
a.    Wacana tulis biasanya panjang dan menggunakan bentuk bahasa yang baku
b.    Wacana tulis dapat dilihat kembali tanpa ada perbedaan unit – unit kebahasanya
c.    Wacana tulis biasanya mempunyai unsur kebahasan yang lengkap ( Tidak ada penghilangan bagian – bagianya).



 2.  berdasarkan jumlah peserta yang terlibat pembicaraan dalam komunikasi yaitu
a)         Wacana monolog
Pada wacana monolog pendengar tidak memberikan tanggapan secara langsung atas ucapan pembicara .Contohnya pidato,ceramah.
b)         Wacana dialog
Apabila peserta dalam komunikasi itu ada dua orang dan terjadi pergantian peran (feed back) Contohnya antara dua orang yang sedang mengadakan perbincangan disekolah,(bisa resmi atau tidak resmi ).
c)         Wacana polilog
Apabila peserta dalam komunikasi lebih dari dua orang dan terjadi pergantian peran.
Contohnya perbincangan antara beberapa orang dan mereka memiliki peran pembicara dan pendengar ( bisa resmi atau tidak resmi ).

     3. Wacana ditinjau dari tujuan berkomunikasi

a)          Wacana Argumentasi
Menurut ( Rottenberg,1988: 9 ).Karangan argumentasi merupakan salah satu bentuk wacana yang berusaha mempengaruhi pembaca atau pendengar agar menerima pernyataan yang dipertahankan, baik yang didasarkan pada pertimbangan logis dan emosional .
Menurut ( Gorys Keraf,1995:10 ) Argumentasi adalah semacam bentuk wacana yang berusaha membuktikan suatu kebenaran .Sebuah argumentasi berusaha mempengaruhi serta mengubah sikap dan pendapat orang lain untuk menerima suatu kebenaran dengan mengajukan bukti – bukti mengenai objek yang diargumentasikan itu.
b)         Wacana Eksposisi
Karangan atau wacana eksposisi bertujuan untuk menerangkan sesuatu hal kepada penerima ( Pembaca ) agar yang bersangkutan memahaminya.Eksposisi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menguraikan suatu objek sehingga memperluas pandangan atau pengetahuan pembaca.wacana ini digunakan untuk menjelaskan wujud dan hakikat suatu objek.misalnya menjelaskan pengertian kebudayaan,komunikasi,perkembangan tekhnologi ,pertumbuhan ekonomi kepada pembaca.


c)       Wacana persuasi
Wacana persuasi adalah wacana yang bertujuan mempengaruhi mitra tutur untuk melakukan perbuatan sesuai yang diharapkan penuturnya.untuk mempengaruhi pembacanya ,biasanya digunakan segala daya dan upaya yang membuat mitra tutur terpengaruh. Untuk mencapai tujuan tersebut ,wacana persuasi kadang menggunakan alasan yang tidak rasiona.persuasi sesungguhnya merupakan pernyimpangan dari argumentasi,dan khusus berusaha mempengaruhi orang lain atau para pembaca. persuasi lebih mengutamakan untuk menggunakan atau memanfaatkan aspek – aspek psikologis untuk mempengaruhi orang lain.Jenis wacana persuasi yang paling sering ditemui adalah kampanye dan iklan .
d)        Wacana Deskripsi
Wacana deskripsi adalah bentuk wacana yang berusaha menyajikan suatu objek atau suatu hal sedemikian rupa sehingga objek itu sepertinya dapat dilihat,dibayangkan oleh pembaca ,seakan – akan pembaca dapat melihat sendiri.Deskripsi memiliki fungsi membuat para pembacanya seolah melihat barang – barang atau objeknya.objek yang dideskripsikan mungkin sesuatu yang bias ditangkap dengan panca indra kita
e)         Wacana Narasi
Wacana narasi merupakan satu jenis wacana yang berisi cerita.pada wacana narasi terdapat unsure – unsure cerita yang penting ,seperti waktu,pelaku,peristiwa.Adanya aspek emosi yang yang dirasakan oleh pembaca dan penerima .Melalui narasi,pembaca atau penerima pesan dapat membentuk citra atau imajinasi.
Contoh:
Sewaktu aku duduk diruang pengadilan yang penuh sesak itu menunggu perkara ku disidangkan,dalam hatiku bertanya – Tanya berapa banyak orang – orang hari ini disini  yang merasa,seperti apa yang kurasakan bingung,patah hati,dan sangat kesepian .Aku merasa seolah – olah aku memikul beban berat seluruh dunia di pundakku.
           
Wacana dapat meliputi banyak hal yang sangat kompleks dari segi kesastraan ataupun ilmiah dan dalam bentuk komunikasi apapun wacana mempunyai peranan sebagai wadah dalam setiap peristiwa komunikasi baik  secara verbal ataupun non verbal.