Dosen Pengampu: Diana Maya Sari M,Pd
Hakikat wacana
A. Pengertian Wacana
Mengartikan sebuah wacana terbilang
sangat kompleks dan luas pembahasannya, hal ini terbukti dari hasil diskusi
mata kuliah Wacana yang membahas tentang hakikat wacana kemarin kamis,12 Maret
2015 kemarin, mengungkap banyak gagasan dari teman teman mahasiswa, yang mana
diantaranya mengungkapkan hal sebagai berikut:
| Wacana adalah rentetan
kalimat yang saling berkaitan dan menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi lainnya
di dalam kesatuan makna (semantis) antar bagian di dalam suatu bangun bahasa.
Wacana merupakan satuan bahasa terlengkap
dan utuh karena setiap bagian di dalam wacana itu berhubungan secara padu.
Wacana di dalam kebahasaan menempati hierarki teratas karena merupakan satuan
gramatikal tertinggi dan terbesar. Wacana dapat berupa kata, kalimat, paragraf,
atau karangan utuh yang lebih besar, seperti buku atau artikel yang berisi
amanat lengkap. Kata yang digunakan dalam wacana haruslah berpotensi sebagai
kalimat, bukan kata yang lepas konteks. Wacana amat bergantung pada keutuhan
unsur makna dan konteks yang melingkupinya.
B. Syarat terpenuhinya sebuah wacana
·
Topik,
·
Kohesi
·
Koherensi,
C. Jenis-jenis wacana
1. Berdasarkan
Bentuk
a) Wacana Lisan
Jauh
sebelum manusia mengenal huruf,bahasa telah digunakan oleh manusia.manusia
memakai bahasa lisan dalam berkomunikasi.bahasa lisan menjadi bahasa yang utama
dalam hidup manusia karena lebih dahulu dikenal dan digunakan oleh manusia dari
pada bahasa tulis.karena itu tidaklah mengherankan bahwa sebagian besar manusia
masih berada dalam budaya lisan.
Dengan
uraian diatas dapat dibuat ciri – ciri wacana lisan sebagai berikut :
1. Wacana lisan memerlukan daya simak
yang tinggi agar interaksi tidak terputus
2. Wacana lisan sulit diulang,dalam
arti mengulang hal yang sama dengan ujaran pertama
3. Wacana lisan dapat dilengkapi dengan
gerakan anggota tubuh untuk memperjelas makna yang dimaksud
d. Wacana lisan menyatukan partisipanya
dalam satu situasi dan konteks yang sama.
e. Wacana lisan biasanya lebih pendek
daripada wacana tulis
f. Wacana lisan juga melibatkan unsure
kebiasaan atau pengetahuan yang telah diketahui bersama (common ground) ,yang
ada pada satu keluarga atau kelompok dan
g. Wacana lisan sering melibatkan
partisipanya secara langsung.
b) Wacana Tulis
Wacana
tulis mulai dikenal setelah ditemukan huruf,Huruf dibuat untuk mengganti peran
bunyi bahasa sehingga biasanya orang mengatakan bahwa huruf adalah lambang
bunyi.Huruf – huruf itu dipelajari manusia dan kemudian digunakan untuk
menyampaikan informasi kepada orang lain yang tinggal berjauhan.
Dari uraian diatas dapat dibuat ciri
–ciri sebagai berikut :
a. Wacana tulis biasanya panjang dan
menggunakan bentuk bahasa yang baku
b. Wacana tulis dapat dilihat kembali
tanpa ada perbedaan unit – unit kebahasanya
c. Wacana tulis biasanya mempunyai
unsur kebahasan yang lengkap ( Tidak ada penghilangan bagian – bagianya).
2. berdasarkan jumlah peserta yang terlibat
pembicaraan dalam komunikasi yaitu
a)
Wacana monolog
Pada wacana monolog pendengar tidak
memberikan tanggapan secara langsung atas ucapan pembicara .Contohnya
pidato,ceramah.
b)
Wacana dialog
Apabila peserta dalam komunikasi itu
ada dua orang dan terjadi pergantian peran (feed back) Contohnya antara dua
orang yang sedang mengadakan perbincangan disekolah,(bisa resmi atau tidak
resmi ).
c)
Wacana polilog
Apabila peserta dalam komunikasi
lebih dari dua orang dan terjadi pergantian peran.
Contohnya perbincangan antara
beberapa orang dan mereka memiliki peran pembicara dan pendengar ( bisa resmi
atau tidak resmi ).
3. Wacana ditinjau dari tujuan
berkomunikasi
a)
Wacana Argumentasi
Menurut ( Rottenberg,1988: 9
).Karangan argumentasi merupakan salah satu bentuk wacana yang berusaha
mempengaruhi pembaca atau pendengar agar menerima pernyataan yang dipertahankan,
baik yang didasarkan pada pertimbangan logis dan emosional .
Menurut ( Gorys
Keraf,1995:10 ) Argumentasi adalah semacam bentuk wacana yang berusaha
membuktikan suatu kebenaran .Sebuah argumentasi berusaha mempengaruhi serta
mengubah sikap dan pendapat orang lain untuk menerima suatu kebenaran dengan
mengajukan bukti – bukti mengenai objek yang diargumentasikan itu.
b)
Wacana Eksposisi
Karangan atau wacana eksposisi
bertujuan untuk menerangkan sesuatu hal kepada penerima ( Pembaca ) agar yang bersangkutan
memahaminya.Eksposisi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menguraikan
suatu objek sehingga memperluas pandangan atau pengetahuan pembaca.wacana ini
digunakan untuk menjelaskan wujud dan hakikat suatu objek.misalnya menjelaskan
pengertian kebudayaan,komunikasi,perkembangan tekhnologi ,pertumbuhan ekonomi
kepada pembaca.
c)
Wacana persuasi
Wacana persuasi adalah wacana yang
bertujuan mempengaruhi mitra tutur untuk melakukan perbuatan sesuai yang
diharapkan penuturnya.untuk mempengaruhi pembacanya ,biasanya digunakan segala
daya dan upaya yang membuat mitra tutur terpengaruh. Untuk mencapai tujuan
tersebut ,wacana persuasi kadang menggunakan alasan yang tidak rasiona.persuasi
sesungguhnya merupakan pernyimpangan dari argumentasi,dan khusus berusaha
mempengaruhi orang lain atau para pembaca. persuasi lebih mengutamakan untuk
menggunakan atau memanfaatkan aspek – aspek psikologis untuk mempengaruhi orang
lain.Jenis wacana persuasi yang paling sering ditemui adalah kampanye dan iklan
.
d)
Wacana Deskripsi
Wacana
deskripsi adalah bentuk wacana yang berusaha menyajikan suatu objek atau suatu
hal sedemikian rupa sehingga objek itu sepertinya dapat dilihat,dibayangkan
oleh pembaca ,seakan – akan pembaca dapat melihat sendiri.Deskripsi memiliki
fungsi membuat para pembacanya seolah melihat barang – barang atau
objeknya.objek yang dideskripsikan mungkin sesuatu yang bias ditangkap dengan
panca indra kita
e)
Wacana Narasi
Wacana narasi merupakan satu jenis
wacana yang berisi cerita.pada wacana narasi terdapat unsure – unsure cerita
yang penting ,seperti waktu,pelaku,peristiwa.Adanya aspek emosi yang yang
dirasakan oleh pembaca dan penerima .Melalui narasi,pembaca atau penerima pesan
dapat membentuk citra atau imajinasi.
Contoh:
Sewaktu aku duduk diruang pengadilan
yang penuh sesak itu menunggu perkara ku disidangkan,dalam hatiku bertanya –
Tanya berapa banyak orang – orang hari ini disini yang
merasa,seperti apa yang kurasakan bingung,patah hati,dan sangat kesepian .Aku
merasa seolah – olah aku memikul beban berat seluruh dunia di pundakku.
Wacana dapat meliputi banyak hal
yang sangat kompleks dari segi kesastraan ataupun ilmiah dan dalam bentuk
komunikasi apapun wacana mempunyai peranan sebagai wadah dalam setiap peristiwa
komunikasi baik secara verbal ataupun
non verbal.